Situs Belajar Online untuk Membantu Anak Belajar

 

Situs Belajar Online untuk Membantu Anak Belajar

Kehadiran virus Corona sejak akhir tahun 2019 lalu berdampak begitu besar bagi tatanan kehidupan. Salah satu dampak terbesar yang harus dihadapi adalah banyaknya aktivitas yang akhirnya dikerjakan di rumah. Mulai bekerja dari rumah hingga sekolah di rumah bagi para siswa atau yang juga dikenal dengan sebutan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Bagi para ibu, adanya kebijakan pembelajaran jarak jauh atau sekolah di rumah ini menjadi sebuah tantangan baru dalam keseharian mereka. Bagaimana tidak? Selain harus mengurus rumah dan tetek bengeknya, ibu juga ketambahan tugas baru yakni menemani anak belajar sekaligus juga menjadi guru mereka.

"Wait, bukankah memang seharusnya tugas ibu memang seperti itu?" Tanya beberapa orang. Benar sekali. Namun pastinya kita tahu tak semua ibu menguasai pelajaran yang diajarkan di sekolah dan memiliki cukup kesabaran atau teknik yang baik saat menghadapi kelakuan anaknya saat belajar. Itulah sebabnya kita memerlukan guru untuk membantu anak kita belajar.


Permasalahan selama PJJ di masa pandemi

Ada cukup banyak cerita yang hadir seputar Pembelajaran Jarak Jauh ini. Mulai dari ibu-ibu yang mendadak berubah menjadi singa saat harus menemani anaknya sekolah di rumah hingga anak-anak yang merasa bosan karena harus selalu berada di rumah. Selain itu, kendala koneksi juga menjadi hal yang kerap menghambat proses pembelajaran jarak jauh.

Seperti yang kita tahu Pembelajaran Jarak Jauh menuntut siswa untuk belajar dengan media handphone dan Internet. Kenyataannya, ada banyak anak-anak yang tak bisa mengikuti proses pembelajaran karena tempat tinggalnya yang tak terjangkau Internet atau orang tua mereka tak memiliki gadget yang mampu memfasilitasi proses belajar tersebut.

Selain masalah-masalah di atas, masih ada lagi berbagai masalah yang muncul selama masa PJJ ini, diantaranya:


Terlalu banyak tugas yang diberikan oleh guru kepada murid selama masa PJJ

Sistem Pembelajaran Jarak Jauh membuat guru harus memberikan banyak tugas kepada muridnya. Tentunya pemberian banyak tugas ini memberikan beban tersendiri baik untuk murid maupun orang tua murid. Apalagi dalam pemberian tugas, guru tak memberikan penjelasan secara maksimal untuk muridnya dan murid juga mungkin tak leluasa bertanya kepada guru.

Saya ingat ada sebuah video yang menunjukkan seorang guru memberikan tugas kepada muridnya untuk memprentasikan fungsi dari bagian-bagian bunga. Pak guru tersebut mencontohkan kalau fungsi kelopak bunga adalah begini begini dan begini. Nah, ternyata kemudian sang murid malah membuat presentasi persis seperti yang dicontohkan gurunya dan bukannya menjelaskan fungsi dari bagian-bagian bunga tersebut.

Anak lebih tertarik bermain ketimbang belajar

Metode Pembelajaran Jarak Jauh bisa jadi sesuatu hal yang membosankan bagi anak-anak. Mereka yang biasa berinteraksi dengan guru dan teman-temannya kini hanya bisa belajar dengan memandang layar handphone atau laptop. 

Kegiatannya pun sangat monoton dan lebih bertumpu pada pemberian tugas untuk siswa. Belum lagi godaan untuk bermain game di handphone bisa jadi lebih menarik ketimbang mendengarkan penjelasan guru di aplikasi zoom atau Google Meet. Jadilah anak-anak ini lebih tertarik bermain ketimbang belajar.

Terjadi miskomunikasi antara guru dan murid/orang tua murid

Pembelajaran Jarak Jauh juga rentan menimbulkan miskomunikasi antara guru dengan murid atau orang tua murid. Salah satu teman blogger bercerita kalau dirinya ternyata tak dimasukkan ke grup salah satu mata pelajaran di sekolah anaknya karena gurunya tidak teliti dalam mendata jumlah murid yang mengikuti mata pelajarannya.

Padahal tahun ajaran sudah berjalan separuh dan akibatnya anaknya ketinggalan lumayan banyak tugas dari mata pelajaran tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana paniknya ibu dari murid saat mengetahui anaknya ketinggalan banyak pelajaran karena kurangnya komunikasi antara guru dan murid ini.


Orang tua kesulitan membantu anak dalam menguasai mata pelajaran

Saat anak masih berusia Sekolah Dasar, mungkin ibu masih bisa membantu anak dalam memahami mata pelajaran. Namun seperti yang kita tahu saat ini sistem pendidikan kita selalu berubah dari tahun ke tahun. Jika dulu anak SD hanya belajar penjumlahan, perkalian hingga pembagian, maka sekarang siswa SD kayaknya malah sudah belajar logika. Emak-emak kelahiran tahun 80-an seperti saya langsung pusing melihat soal-soal anak SD jaman sekarang. Heu.

Situs belajar online untuk membantu anak belajar

Selain karena PJJ, hal lain yang membuat anak kesulitan dalam memahami pelajaran adalah banyaknya siswa yang ada dalam satu kelas dan guru yang mungkin tak terlalu kreatif dalam mengajarkan mata pelajaran tersebut. Selain itu, kadang ada tipe-tipe anak yang memiliki metodenya sendiri dalam belajar. Ada anak yang lebih ke metode visual, auditori hingga anak-anak kinestetik yang kalau belajar mungkin tak bisa diam. 

Untuk membantu anak-anak lebih memahami pelajaran di sekolah ini, ada berbagai cara yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah memasukkan anak ke lembaga kursus atau les privat. Namun di masa pandemi seperti sekarang jelas tak mungkin mengirim anak ke lembaga belajar offline. Untuk itulah kini hadir berbagai situs belajar online untuk membantu anak belajar, salah satunya adalah Kelas Pintar.

Kelas Pintar merupakan situs belajar online yang memiliki banyak fitur yang bisa membantu anak dalam proses belajar. Kelas Pintar memfasilitasi murid dari SD hingga SMA dengan metode Pintar, Personal dan Terintegrasi. 

Metode Personal

Metode Personal yang digunakan Kelas Pintar ini merupakan pmetode penyampaian materi yang disesuaikan dengan beragam karakter siswa, baik itu melalui Visual, Audio, maupun Kinesthetic (V.A.K).

 

Metode Pintar

Untuk memastikan kurikulum pendidikan di Indonesia bisa diserap oleh siswa, Kelas pintar menggunakan metode pembelajaran PINTAR yang menggunakan pendekatan Learn, Practice, dan Test.


Terintegrasi

Dalam metode Terintegrasi ini, Kelas Pintar membuat sistem yang dapat merekam proses belajar siswa untuk digunakan sebagai bahan analisa bagi guru, orang tua, dan sekolah dalam memahami karakter, potensi dan kesulitan siswa dalam belajar. 

Saat ini, Kelas Pintar sudah digunakan oleh berbagai sekolah di Indonesia dalam menjalankan metode pembelajaran Jarak Jauh. Jika teman-teman penasaran dengan Kelas Pintar bisa langsung cek ke website-nya untuk info lebih lanjut, ya. 


Baca Juga
Reactions

Post a Comment

19 Comments

  1. Banyak drama dan cerita selama pjj .inilah yang akan menjadi cerita tersendiri bagi kita dan pengalaman tidak terlupakan bagi kita semua. Terus dukung anak untuk berprestasi selama pandemi ini dengan situs belajar online

    ReplyDelete
  2. Kalau pakai situs belajar online itu lebih enak sih. Kalau melalui percakapan di video tuh seringkali nggak mendengarkan mereka. Adikku begitu soalnya.

    ReplyDelete
  3. Mungkin nanti anakku bakal butuh Kelas Pintar. Noted dulu. 🙏🥰

    ReplyDelete
  4. banyak banget ya Mbak yang terjadi selama PJJ ini, semoga pandemi ini segera berakhir dan keadaan bisa normal kembali.
    Kelas Pintar ini lengkap banget ya, semua bisa berperan di dalamnya :)

    ReplyDelete
  5. Udah jadi dilema PJJ ini sampai2 anak2ku eneg. Tapi apa daya semua mesti dilalui dengan lapang dada ya. Memang menyenangkan menggunakan situs belajar online. Nih anakku yang kelas 10 sudah mencobanya.

    ReplyDelete
  6. beneran drama banget sih PJJ ini, tapi seenggaknya anakku ngerasain hampa juga misalnya lagi liburan semester, doi suka nanya, "BU kenapa kita nggak belajar :D"

    ReplyDelete
  7. PJJ memang bikin para emak sering ngusap dada ya, Mbak. Apalagi anakku masih TK dan harus daring juga, otomatis emaknya harus jadi guru TK setiap hari hehehe...

    ReplyDelete
  8. Karena anakku masih kelas 1 SD jadi sekarang masih bisa ditangani sendiri di rumah tapi biasanya pun aku suka cari-cari referensi untuk membuat tugas sekolahnya.

    ReplyDelete
  9. Anakku masih TK mom, mau masuk SD jadi tugasnya masih simpel tapi ruwet apalagi tugas prakaryanya...

    Setahun ini aku putuskan berenti dulu sekolah tk nya , nanti langsung masuk sd tahun depan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau anakku masih belum sekolah sih, mbak. nggak tahu nih tahun ini bakal masuk tk apa nggak umurnya sudah 4 tahun soalnya

      Delete
  10. Terlalu banyak tugas yang dikasi gurunya adalah masalah slama pjj ini karna diskolah anak saya guru gk pernah ngajarin online anak2 suruh baca2 aja makanya butuh nih situs belajar online buat membantu anak saya belajar selain ibunya sndiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. dikasih tugas tanpa dijelasin gitu ya, mbak? pasti bikin bingung yaa

      Delete
  11. Biasanya kalau sudah ada miss komunikasi, aku atau gurunya bakalan saling telponan. Biar kerjasama di sekolah dan di rumah bisa sejalan.
    Situs belajar ini sangat membantu anak-anak dalam memahami pelajaran pasti yaa..

    ReplyDelete
  12. Ini sangat membantu bagi yang sedang PJJ, agar lebih memudahkan pembelajaran online sehingga nggak ada drama lagi ya.

    ReplyDelete
  13. Sistem belajar yang diterapkan situs belajar online Kelas Pintar bagus ya, terintegrasi, jadi guru bisa punya dasar untuk menganalisis track record semua pelajaran anak di rumah ya. Noted

    ReplyDelete
  14. Barusan intip ke webnya lagi ada promo ya dari 4 juta jadi 1 juta aja. Mayan bangeet ya kalau pas promo

    ReplyDelete
  15. situs belajar online ini memudahkan proses pembelajaran secara online ya. anak-anak juga bisa jadi lebih paham dengan situs ini.

    ReplyDelete
  16. PJJ memang bikin pusing ya. Tapi bagaimanapun kita harus beradaptasi. Untung sekarang banyak yang menyediakan layanan kelas online ya, paling tidak kita lebih terbantu dan mudah mengawasi. Apalagi jika sekolah juga menggunakan layanan yang sama. Jadi lebih terintegrasi

    ReplyDelete
  17. Mengajarkan anak di rumah memang nggak mudah ya untungnya sekarang sudah banyak situs belajar online jadi ini situsnya seperti bimbel online ya Mbak?

    ReplyDelete