Dikira Kena Cacar Air, Ternyata Yumna Kena Flu Singapura

Dikira Kena Cacar Air, Ternyata Yumna Kena Flu Singapura


"Mas, ini Dede kenapa ya kulitnya ada bentol-bentol begini? Kena cacar air bukan, sih?" tanya saya pada suami suatu pagi. Saat itu saya baru saja membangunkan si sulung dan berniat mengajaknya mandi. Saat membuka pakaiannya, saya lihat ada bintil-bintil berair pada bagian ketiak dan kepalanya.

Suami pun langsung mendekati kami dan turut memeriksa tubuh Yumna.

"Hmm.. Iya nih kayaknya cacar air. Ya sudah jangan dimandiin dulu. Ntar tambah banyak cacarnya," kata suami akhirnya.

Bintil-bintil di tubuh Yumna 

Saya pun menurut apa kata suami. Saya periksa suhu tubuh Yumna kalau-kalau dia demam. Normal saja suhu tubuhnya. Anaknya juga tidak terlihat sakit. Ini agak melegakan mengingat hari itu adalah hari Minggu dan kami tak bisa membawa Yumna ke dokter untuk memastikan Yumna kena cacar atau bukan.

Menjelang sore, saya periksa lagi tubuh Yumna. Wah, bintil-bintilnya mulai bertambah di beberapa area tubuh. Karena agak khawatir, saya pun bertanya kepada beberapa teman dan adik yang anaknya pernah kena cacar. Saya kirimkan foto bintil-bintil yang ada di tubuh Yumna.

"Alergi kayaknya, kak," jawab salah satu teman blogger.

"Seperti cacar air tapi nggak terlalu jelas," jawab yang lain.

"Flu Singapura," balas adik saya dengan pastinya.

Ah, sungguh membingungkan jawaban-jawaban yang muncul ini. Apalagi waktu adik saya bilang kalau itu flu singapura. Langsung mengkeret rasanya mengingat ceritanya tentang kedua putranya pernah terkena penyakit flu singapura. Tak ingin menduga-duga, akhirnya saya putuskan untuk mencari tahu informasi tentang penyakit cacar air dan flu Singapura di internet.

Mengenal Penyakit Cacar Air dan Flu Singapura dan Gejalanya

Bicara soal cacar air, pastinya sebagian dari kita sudah cukup familiar dengan penyakit yang satu ini. Saya ingat dulu sewaktu SD secara berkala mendapatkan vaksin ini di sekolah. Saya sendiri sudah pernah terkena penyakit ini saat masih duduk di kelas 2 SMP.  Saat itu saya mengalami demam dan sore harinya muncul bintil-bintil berair di tubuh saya. Untungnya saat itu sedang libur sekolah jadinya saya tak perlu izin lama-lama dari sekolah. 

Penyakit cacar air merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh virus varicella yang menyebabkan timbulnya lenting pada seluruh tubuh dan wajah. Selain tubuh dan wajah, infeksi juga bisa menyerang selaput lendir (membran mukosa) seperti di mulut. Penyakit ini umumnya menyerang anak berusia di bawah 10 tahun namun juga bisa menyerang orang dewasa. 

Gejala yang timbul dari penyakit cacar air ini antara lain :

🍉 Demam
🍉 Rasa mual dan tubuh terasa tidak segar
🍉 Tidak nafsu makan
🍉 Sakit kepala
🍉 Kelelahan
🍉 Rasa nyeri atau sakit pada otot

Setelah mengalami beberapa gejala tersebut, beberapa hari kemudian akan muncul ruam-ruam di beberapa bagian tubuh kita. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7 hingga 14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, dada, perut, lengan, serta kaki.

Untuk ruam pada cacar air sendiri ada beberapa tahapan yang harus dilewati yakni:

  • Ruam menjadi bentol-bentol kecil yang gatal
  • Bentol-bentol tersebut kemudian berubah menjadi bintil berisi cairan yang sangat gatal
  • Setelah 1-2 hari, bintil akan mengering dan menjadi koreng yang akan mengelupas sendiri.

Adapun untuk penyakit Hand Foot and Mouth Desease atau yang lebih dikenal dengan nama Flu Singapura merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Enterovirus A. Mereka yang terkena flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar atau di mulut, tangan dan kaki. Tapi, terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha.

Gejala dari penyakit ini antara lain :

  • Demam tinggi
  • Sakit tenggorokan
  • Hilangnya nafsu makan
  • Muncul luka seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi
  • Ruam merah 
  • Bayi dan balita akan rewel dan mudah marah
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Batuk 

Nah, jika dilihat dari gejalanya, sejujurnya saya agak bingung dengan penyakit yang menyerang Yumna karena sebelum muncul bintil-bintil berair Yumna tidak mengalami satu pun dari gejala cacar air atau flu singapura. Alih-alih demam atau lemas, anaknya malah tetap aktif seperti biasa. Yumna juga tak mengalami sariawan seperti gejala Flu Singapura pada umumnya. 

Suami sendiri belakangan malah bilang kalau Yumna kena alergi karena selama beberapa hari mandi air tidak bersih. Maklum kala itu memang sedang terjadi kebocoran pipa di wilayah kami tinggal yang membuat air bersih tidak mengalir selama satu minggu. Akibatnya kami harus mandi dengan air sungai yang kebetulan ada di dekat rumah. Heu. 

Akhirnya keesokan harinya, saya dan suami akhirnya membawa Yumna ke tempat praktik salah satu dokter kulit di kota kami. Saat itu kondisi bintil di badannya sudah semakin meluas. Sedih banget rasanya melihat tubuh Yumna dipenuhi bintil seperti itu. Setelah melakukan pendaftaran, tak lama Yumna pun dipanggil dan diperiksa. 

"Oo ini kena Hand Mouth and Foot Desease atau biasa disebut Flu Singapura," kata dokter tersebut setelah memeriksa Yumna. 

"Bukan cacar, Dok?" tanya saya kemudian memastikan. 

"Bukan. Soalnya ini bintil-bintilnya muncul di tangan dan kaki," dokter menjelaskan pada saya. Saya pun memperhatikan tubuh Yumna dan memang benar bintil yang ada di tubuhnya kebanyakan berada di area tangan dan kaki. 

"Tapi anaknya nggak sariawan, Dok," kata saya lagi berusaha meyakinkan dokter. 

"Sariawannya belum keluar. Makanya nanti dikasih sirup biar nggak jadi sariawannya," tambah dokter lagi. 

Berhubung dokter tersebut sangat yakin dengan diagnosanya akhirnya saya pun percaya. Usai memeriksa, dokter kemudian memberi obat oles racikan dan sirup Laprosin untuk Yumna. Alhamdulillah setelah beberapa hari bintil-bintil di tubuh Yumna mengering dan perlahan menghilang dari tubuhnya. Lalu sariawannya? Alhamdulillah tidak muncul sama sekali. 

Itulah dia sedikit cerita saya ketika Yumna kena flu Singapura. Sejujurnya saya masih bingung juga apakah Yumna benar-benar kena Flu Singapura, cacar air atau alergi seperti yang dikatakan suami saya. Teman-teman mungkin ada yang memiliki pendapat lain? 

Baca Juga
Reactions

Post a Comment

27 Comments

  1. Wah nggak ada deman tapi flu singapura...berarti beda orang bisa beda indikasi pertamanya yaa

    ReplyDelete
  2. Jadi ingat bayiku bulan lalu sempat demam berhari-hari trus muncul ruam-ruam merah di kaki dan tangannya tapi nggak sampai bintil2 kayak gitu. Trus pas dibawa ke dsa, dokternya juga diagnosisnya flu singpura, so jadi bingung juga apa sakitnya waktu itu flu singapura atau bukan.

    ReplyDelete
  3. Flu singapur yg lagi heboh mongkeyfox bukan sih.. Eh lagian kena flu itu ga mesti dari jln2 ke sg kan.

    Terimakasih infonya

    ReplyDelete
  4. Syukurlah Yumna sembuh. Serem juga ya, flu singapura.

    ReplyDelete
  5. Makasih ya Bun infonya. Bekal ilmu banget ini buat aku. Karena aku sendiri nggak tahu apa bedanya cacar air ama flu singapura. Nah, kalau periksa anak kayak gini sebiaknya bisa lewat dokter umum atau langsung ke dokter anak ya bun?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kemarin rencananya ke dokter anak, mbak. Tapi setelah tanya beberapa teman akhirnya dibawa ke dokter kulit aja soalnya penyakitnya di kulit

      Delete
  6. Kadang bingung juga yah, gejala penyakit ini kalo sekilas diliat kayak kena cacar mba yaa

    ReplyDelete
  7. Sekilas memng mirip cacar ya mba. Aku kemaren juga pernah dengar yang flu Singapore ini tapi belum tau detailnya seperti apa. Tapi kayanya beda individu memang beda gejalanya ya.

    Semoga sehat selalu dede Yumnanya

    Salam
    lilpjourney.com

    ReplyDelete
  8. sepertinya emang harus ke dokter ya mbak biar tahu pasti apa penyakitnya, gejalanya mirip-mirip juga. kalo salah penanganan bisa makin parah. kan kasian dedeknya. :(

    ReplyDelete
  9. Sebagai ibu pasti kita bingung ya mba antung klo anak sakit, udh khawatir plus paniknya .. Bdw dokter kulit siapa mba tempat yumna periksa?? Hehe

    ReplyDelete
  10. Wah, tyt gak sariawan ya mba. Dikira kyk barengan gitu gejalanya. Kalo aku bs2 jg ngira cacar air jg. Btw, mandi air sungainya berenang ya mba. Aku belum pernah ngerasain berenang di sungai Banjarmasin. Gegara gak bisa berenang. Hahaha

    ReplyDelete
  11. Beberapa hari yang lalu aku periksain anak aku mba, karena sdh 3 harian dia minta garukin di telapak kakinya karena gatal, aku perhatikan sih merah-merah. aku takut kalo kenapa2, aku kira sih cacingan. setelah diperiksa ga ada masalah apa2. terus kata dokternya ada demam gak ?, aku jawab sih ngk. lalu kata dokternya, ya hati-hati saja, sekarang jaman flu singapore. nah setelah baca postingan ini, jadi tambah pengetahuanku soal flu singapore, sehingga aku bisa waspada kalo ada gejala-gejala demikian.

    https://www.bundaisty.com/

    ReplyDelete
  12. Flu singapur sama cacar hampir sama,, keponakan nisa pernah juga kena flu singapure sampai dia rewel dan dikepala penuh bentol bentol.
    Memang sensitiv kulit bayi ya mbak huhu.

    ReplyDelete
  13. Mirip banget ya bintil-bintilnya sama cair, memang agak susah dibedakan sama kita ygorg biasa ini.

    ReplyDelete
  14. Aga aneh kalo flu singapur ga ada batuk pilek dan demamnya mba, makanya kmren sempat curiganya ke alergi. Tapi alhamdulillah sudah teratasi ya

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah Yumna sudah lebih baik ya. Fahmi putra saya kena flu Singapura (kata dokter sih) waktu usia 3 tahun. Tapi tidak muncul bentol bentol begitu. Hanya panas aja malah

    ReplyDelete
  16. gejala cacar dengan flu singapore hampir sama, tapi berdasarkan pengalaman teman-temanku yang anaknya terkena flu spore, biasanya bintil2 hanya ada di tangan dan kaki sama di lidah

    ReplyDelete
  17. Semoga Yumna selalu terjaga ya kesehatannya. Kondisi cuaca seperti ini memang harus cepat penanganannya kalau sudah melihat gejala di tubuh ya

    ReplyDelete
  18. Ternyata ciri flu singapur berbeda-beda ya? Saya juga berfikirnya ditandai sariawan. Yang penting Alhamdulillah Yumna udah sehat yaa

    ReplyDelete
  19. Mirip banget gejalanya ya..
    Suamiku juga pernah kena, tapi ada demamnya..dan dibilang kena flu Singapura juga. Untung enggak nular ke anak-anak padahal waktu itu mereka masih kecil

    ReplyDelete
  20. Alhamdulillah ya Mbak cepat ditangani jadi cepat sembuh bahkan sariawan pun tak sempat keluar. Duuh kalau anak sakit memang bikin risau banget yah.
    Anakku yg pertama juga pernah cacar air di seluruh tubuh bahkan rambutnya harus dibotakin gegara ada yg tumbuh di kepala juga.

    ReplyDelete
  21. Wuih ternyata gejalanya seperti ini ya
    Saya jadi was was juga tapi semoga segera membaik dan tak kena lagi ya anaknya

    ReplyDelete
  22. persis kayak anak-anakku mba, kirain cacar pas ke dokter lah bukannnn hehheeh agak parno juga ya karena mirip-mirip cacar bintil-bintilnya

    ReplyDelete
  23. Kata temenku yang pling berat itu ga mau makan karen keluar sariawan pas kena HFMD. Untung Yumma udah dikasih sirup duluan yaaa

    ReplyDelete
  24. Kak, kalo boleh tau sirup buat mencegah sariawannya itu diminum berapa kali sehari trs brp hari ya kak??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh maaf aku lupa, mom soalnya sudah lama banget. Kayaknya 3 kali sehari juga kayak obat lainnya

      Delete