Sebagai ibu bekerja, ada fase di hidup saya di mana hari-hari terasa penuh, tapi tetap saja sunyi. Di tengah rutinitas harian yang membosankan, notifikasi datang silih berganti, namun di tengah semua itu, ada perasaan tidak benar-benar dilihat. Saya sendiri tak bisa memungkiri kalau faktor kepribadian menjadi salah satu alasan mengapa saya tak memiliki banyak teman di kantor. Di saat beberapa rekan kerja kerap berkumpul bersama untuk makan siang atau hang out, saya yang tak pandai bergaul ini lebih banyak di depan komputer berkelana dengan dunia saya sendiri.
Namun ada kalanya rasa sunyi dan sepi bukan masalah tidak memiliki teman di sekitar kita. Bisa jadi juga rasa sepi ini terjadi karena orang-orang begitu sibuk dengan dunia mereka masing-masing dan melupakan sosok yang duduk menyendiri di pojok ruangan, menanti untuk disapa dan diajak bicara. Perasaan itulah yang tiba-tiba teringat kembali ketika saya menonton film Tinggal Meninggal. Sebuah film yang terdengar absurd dari judulnya, tapi ternyata menyimpan cerita yang sangat dekat dengan realita orang dewasa: tentang kesepian, perhatian, dan keinginan untuk dianggap ada.
Sinopsis Singkat Film Tinggal Meninggal

Film debut Kristo Immanuel ini bercerita tentang Gema, seorang pemuda yang hidup dalam kesepian sejak kecil. Orang tuanya bercerai, ia tinggal sendirian di rumah ayahnya yang menjadi sengketa, dan di tempat kerja pun Gema dikenal sebagai sosok yang sering berbicara sendiri, cukup untuk membuatnya dianggap aneh dan tidak masuk dalam lingkaran pertemanan.
Keadaan berubah ketika ayah Gema meninggal. Untuk pertama kalinya, ia merasakan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Rekan kerja yang sebelumnya cuek mendadak hadir, peduli, dan menemani layaknya sahabat yang sering nongkrong bareng. Pengalaman baru ini membuat Gema terkejut dan pada akhirnya ia merasa akhirnya “terlihat”.
Sayangnya, perhatian itu tidak berlangsung lama. Setelah masa berkabung berakhir, hidup kembali berjalan seperti semula. Orang-orang kembali sibuk, dan Gema kembali sendirian, duduk di kubikel kecilnya sambil berharap teman-temannya mengajaknya berbicara dan menemaninya makan siang.
Di titik ini, cerita Tinggal Meninggal terasa sangat relevan dengan kehidupan banyak orang dewasa. Bahwa perhatian sering datang bukan karena siapa diri kita, tapi karena situasi tertentu. Dan ketika perhatian itu hilang, rasa kosongnya bisa terasa lebih menyakitkan.
Tak ingin kembali dilupakan, Gema mulai berbohong. Tentang kematian kakek-neneknya, tentang kucingnya, tentang ibunya, hingga pada titik ekstrem, ia bahkan merencanakan kematiannya sendiri. Semua demi satu hal: agar orang-orang tetap bersamanya.
Di sini, penonton mungkin akan merasa kesal dengan Gema. Namun di saat yang sama, sulit untuk tidak merasa iba. Karena kebohongan itu lahir bukan dari niat jahat, melainkan dari ketakutan akan kesepian. Akankah Gema akhirnya bisa mendapatkan perhatian penuh dari teman-temannya tersebut?
Eksekusi Cerita dan Akting Para Pemain
Sebagai film debut, Tinggal Meninggal terasa segar dan berani. Ceritanya mengalir dengan baik, didukung akting para pemain yang solid, terutama Omara yang berhasil membawa karakter Gema dengan sangat meyakinkan.
Pilihan Kristo Immanuel untuk membuat Gema sesekali berbicara langsung ke kamera juga membuat penonton merasa dilibatkan, seolah menjadi satu-satunya “teman” yang benar-benar mendengarkan Gema.
Meski begitu, ada beberapa bagian yang terasa berlebihan. Plot twist di akhir, misalnya, cukup mengejutkan, tapi secara pribadi saya merasa cerita ini tetap kuat bahkan tanpa twist tersebut. Dan ya, sedikit catatan ringan: Nirina terasa agak terlalu muda untuk memerankan ibu Omara. Hehe.
Pesan Moral Film Tinggal Meninggal untuk Orang Dewasa (dan Ibu Bekerja)
1. Kesepian Bisa Hadir di Tengah Keramaian
Film ini menunjukkan bahwa kesepian tidak selalu berarti sendirian secara fisik. Kita bisa dikelilingi orang, tetapi tetap merasa tidak benar-benar diperhatikan.Seperti Gema, sehari-hari ia bekerja bersama satu tim yang sebenarnya cukup solid. Sayangnya Gema tidak berhasil masuk ke circle pertemanan tersebut dan membuatnya merasa kesepian.
2. Perhatian yang Datang Karena Situasi Bersifat Sementara
Perhatian merupakan salah tanda bahwa seseorang menerima kita dengan baik. Namun, ada kalanya perhatian tersebut tak bersifat lama dan hanya terjadi untuk peristiwa khusus. Contohnya pada Gema. Rekan kerjanya baru memberikan perhatian setelah ayahnya meninggal dan bukan karena mereka benar-benar akrab. Akibatnya setelah masa berkabung selesai mereka kembali ke rutinitas dan melupakan Gema.
3. Kebutuhan untuk Dianggap Ada adalah Kebutuhan Dasar Manusia
Sebagai manusia, pada dasarnya kita semua memiliki keinginan untuk dianggap bahkan untuk lingkaran terkecil. Bayangkan betapa menyedihkannya jika di lingkungan keluarga pun tidak ada yang menganggap kehadiran kita. Jadi bisa dibilang keinginan Gema untuk diperhatikan bukanlah hal berlebihan. Film ini dengan jujur menunjukkan bahwa kebutuhan untuk dilihat dan didengar adalah kebutuhan emosional yang sah.
4. Kesepian yang Dipendam Bisa Mendorong Tindakan Berbahaya
Kebohongan Gema lahir dari rasa takut kehilangan perhatian. Gema sudah terlalu lama hidup dalam kesepian sehingga membuatnya rela melakukan berbagai cara agar bisa mendapat teman dan perhatian. Film ini menjadi pengingat bahwa kesepian yang tidak tertangani dapat mendorong seseorang mengambil keputusan ekstrem.
Penutup: Film yang Mengajak Kita Berkaca
Pada akhirnya, Tinggal Meninggal bukanlah sebuah film tentang kematian, melainkan tentang kebutuhan manusia untuk diperhatikan dan diterima. Tentang bagaimana kesepian bisa muncul bahkan saat kita dikelilingi orang. Dan tentang betapa berbahayanya ketika perhatian menjadi satu-satunya sumber kebahagiaan.
Dalam kehidupan nyata sendiri kita juga sering menemui orang-orang yang melakukan berbagai cara untuk bisa mendapat perhatian. Ada yang melakukannya dengan marah-marah, menciptakan konflik dan juga berbohong seperti yang dilakukan Gema. Dan dalam lingkup media sosial, bisa kita lihat orang-orang juga melakukan apa saja agar bisa mendapat perhatian alias viral tak peduli apakah viralnya itu atas hal yang positif ataupun negatif.
Bagi saya pribadi, film Tinggal Meninggal ini menjadi pengingat bahwa di tengah peran sebagai ibu bekerja, kita juga tetap manusia yang butuh didengar, bukan hanya saat ada sesuatu yang “terjadi”, tapi juga saat hidup berjalan biasa saja.


53 Komentar
Jujur film ini salah satu film yang maju mundur mau kutonton mbak Ay. Karena relevan sama kondisiku sendiri. Apalagi kalau nonton pas jam² waktu sendirian kayak jam anak sekolah atau suami kerja. Feelsnya jadi makin gimana gitu.. 🥹
BalasHapusEh, tapi aku baru tahu kalau ini film perdananya si Imanuel lho, karena aku tahu doi tuh dari YT si gilang dirga dan salah satu VO yang kocak menudutku. Termasuk jokes²nya yang dark.. 🤭
Baru aja nonton di NF dan so far cukup menghibur
BalasHapusKaget juga sih karena beneran meninggal dan tak ada yang peduli ketika beneran berada di posisi itu hanya karena sebuah kebohongan di awal
Hmm... amit amit deh ya bohong akan kematian
Saat Tinggal Meninggal redup di FFI, sedih juga, padahal kayak Omara itu, dia bisa masuk di kategori aktor terbaik lewat film ini dan film Pengepungan di Bukit Duri. Walau untungnya dia menang lewat film satunya.
BalasHapusKristo juga bisa masuk di jajaran sutradara terbaik. Untungnya film ini berjaya di Yogya Film Festival. Dan, aku pribadi termasuk yang suka film ini walaupun sedikit kurang sreg dengan endingnya yang.... itu haha. Harusnya cukup sampai di lift saja endingnya.
Bener banget, yan. Aku sampai hah kok masih nyambung padahal itu sudah Perfect endingnya. Tapi keren sih kristo di karya pertamanya ini bahkan bisa menang banyak di yogya kemarin
HapusFilm ini udh aku tunggu2 masuk Netflix 😍😍😍😍. Mau nonton ah ntr
BalasHapusBanyak yg bilang memang baguuuus 👍. Tp ternyata temanya ttg kesepian ya mba. Aku blm nonton samasekali sih, cuma kayak bisa paham kenapa gema melakukan itu. Biasanya, walau ga semua, anak2 yg begini, ya Krn kurang kasih sayang saat kecilnya. Ortu ntah di mana, jadi begitu ada yg perhatian sedikit ke dia, langsung seneng, dan berharap perhatiannya ga akan hilang.
Cuma sayang kalau caranya pake bohong demi mendapatkan perhatian
Iya lho aku kesel juga sih sama si Gema. Tapi dengan background yang dia nggak punya kasih sayang utuh dari ortunya, ya nggak bisa disalahin juga sih, jadi kayak mencari perhatian ke orang lain jadinya. 🫣
HapusJadi inget salah satu rekan yang begini. Tapi ya nggak pake boong juga ke temen lainnya biar dapet simpati. Cuma awal2 kuesel poll, pas tahu dia ada backround broken home, kita jadi manggut² maklum dengan tidak terlalu larut sama ceritanya.
Penasaran gimana hasilnya si kristo tuh eksekusi film ini. 😆😆
Sama kayak mbak dinda, aku juga maju mundur mau nonton ini wkwkwkw. Karena sebelumnya pernah nemu premis cerita serupa di salah satu video hirotada, jadinya agak kzzlll aja gitu sama karakter utamanya kalau sampai melakukan berbagai kebohongan hanya demi dianggap ada.
BalasHapusTapi yaa balik lagi, ini sebenernya realita yang kadang kita lupakan. Makanya menurutku si Kristo Immanuel tuh berani banget angkat konsep cerita ini ke movie. Thumbs Up!
Saya jadi ingat kalimat ini, Mbak Antung : Merasa sepi di tengah keramaian.
BalasHapusDan ternyata banyak orang yang mengalami seperti itu.Termasuk gema. Dan saat perhatian itu hadir kepadanya walau sekejap, dia merasa bahagia. Dan ingin merasaan lagi dan lagi...
Tapi saya pribadi kurang setuju. Meninggal adalah sesuatu yang ditakutkan banyak orang. ini Gema malah ingin merencanakan meninggal. Harusnya dia bisa mencari sesuatu yag membuatnya mendapat perhatian dari orang lain. Pasti ada... Tapi saya penasara ingin nonton film ini, Mbak hehehe.
Suatu hal yang lumrah untuk kita agar dianggap oleh orang lain, karena kan hidup bersosialisasi ya, masa iya orang lain nggak melihat kita, tapi kitanya doang yang melihat mereka, hix
BalasHapusReview film Tinggal Meninggal ini menarik karena ngebahas tema kehilangan dengan sudut pandang yang nggak klise dan cukup mengaduk perasaan
BalasHapusawalnya mau nonton ini pas tayang di bioskop namun kelupaan akhirnya terlupa, setelah baca ini ngebantu banget dapat intisari dari movie ini. dan jujur emang semua punya urusan dan kegiatan masing2, tapi emg penting banget bisa diperhatikan dan diterima oleh seseorang huhu
BalasHapusIya daku juga kelupaan buat nonton di bioskop, padahal udah cukup banyak ulasan yang daku baca soal film jk. Berarti nunggu tayang ulang di tivi hihi
HapusAduh udah di spoiler nih, baru mau nonton udah dimasukin list setelah nonton La Tahzan. Kayaknya bakalan termehek-mehek ya
BalasHapusawalnya aku mengira film ini tentang meninggal seseorangg , eh ternyata tentang gambaran sikon2 yang terjadi di kesehariann kita. kita perlu perhatian itu wajar namun jagn sampai salah terka, duh pas baca pesan mmoral nya jleb , reminder buat diri aku juga teh
BalasHapusAku setuju banget sama statemen tentang kebutuhan dianggap ada adalah kebutuhan dasar manusia. Makanya, hal yang paling menyakitkan tuh saat kita udah nggak 'terlihat'. Dan memutuskan untuk nggak menganggap seseorang ada menjadi hukuman yang paling kejam.
BalasHapusAku seperti melihat film ini akar yang perlu ditonton untuk era sekarang di kemudian.
BalasHapusKarena soal penerimaan dan perhatian, itu sungguh hal yang 'mahal' dikemudian hari. Tentang lupa akan kuutuhan diri, terkikis dengan tekanan hidup.
Aku belum nonton, membaca ulasannya akan cari kesempatan buat nonton.
Di dalam keramaian aku masih merasa sepi... Tiba-tiba pengen nyanyi. Emang banyak sih orang yang tetap merasa sepi, bahkan saat mereka dikelilingi oleh teman dan keluarga yang perhatian. Beda khasus sih ya kayanya sama cerita si Gema ini. Kalau Gema kayanya awalnya nggak punya teman ya. Terus setelah merasakan perhatian, merasa jadi candu dan takut kehilangan sampai berbohong ini itu. Kasian banget. Kayanya yang begitu termasuk gangguan mental.
BalasHapusBaca sinopsisnya aku kayanya memilih nggak nonton. Bakal mix feeling banget sama tokoh Gemanya. Antara kesal, kasihan, gemes dll hahahaha...
Salah satu film yang menarik bahkan dari judul dan posternya. Makanya pas muncul di bioskop aku bela-belain buat nonton dan emang bagus ceritanya.
BalasHapusNgingetin kita bahwa setiap orang itu butuh diterima, di dengarkan dan punya sahabat. Supaya Dalma kelelahan dunia dan ramai tetapi terasa sepi, tetapi bisa terkendali. Tokoh utama emang rada absurd dari awal, tetapi bikin mikir. Berapa pentingnya peranan ortu sedari anak masih kicik sekalipun.
Untuk mba, semoga tetap menjadi ibu bekerja yang bahagia dan punya waktu luang buat diri sendiri serta buat keluarga.
Film ini cukup banyak dibicarakan orang ketika pertama kali muncul dan bisa mencuri perhatian dan sebenarnya cukup berhubungan dengan banyak orang sehingga orang-orang bisa ikut merasakan apa yang diceritakan dalam film ini
BalasHapusIni kyknya relate sama kehidupan anak2 muda yang udah mulai jadi karyawan kantoran, khususnya yang berasal dari keluarga yang nggak cemara ya mbak.
BalasHapusKalau di real life di negara2 sebelah ke Jepang, Korea, mungkin dah banyak orang2 ini yang bundir keknya, karena sepi di rumah, sepi juga di tempat kerja.
Kalau di Indonesia masih ketolong, karena masih ada juga sih budaya kepohnya, belum lagi budaya pedulinya.
Lha ya nggak kapok2 padahal dibohongin kabar kedukaan mulu ya. Trus pada akhirnya keknya kalau nggak jahat2 bangt, community ya masih akan menerima dia dengan cukup pengertian.
Kasihan banget Gema. Tapi jadi ingat dulu Mother Theresa pernah bilang kurang lebih seperti ini: kesepian adalah kemiskinan yang paling buruk. Jadi jangan remehkan orang yang kesepian.
BalasHapusLalu untuk poin manusia bisa merasa kesepian padahal ada di keramaian jadi ingat lagunya Dewa: di dalam keramaian aku masih merasa sepi. Sendiri memikirkan kamu...
Baca 2 paragraf awal: Mbak Ayana introvert?
iya aku introvert dan cenderung nggak banyak teman. Apakah selama ini aku terlihat ekstrovert? Heu
HapusAku punya banyak temen tapi yang bestie banget keknya seusia ini cuma suamiku haha. Sebenarnya nggak terlalu suka keramaian jadi kadang juga ada ngelagnya.
HapusKalau menurutku sih senyamannya aja, saat di segala situasi bisa menyesuaikan, trus minimal banget emang punya temen ngobrol. Kalau nggak ada banget, yaaa suami lha yaa haha
Mbaaa.. aku baru nonton ini beberapa hari lalu. Baru tau kalau pacar Prilly ini aktingnya bagus juga, hehe. Nirina Zubir jadi ibunya tapi looks masih sangat muda menurutku. Aku malah ngerasa ga ada perubahan dari jaman aku sekolah dulu. Overall ceritanya menarik dan idenya fresh juga relate sama keseharian kita.
BalasHapusEh, ada Omaraaa..
BalasHapusHehehe.. pantesaann pas Live Tiktok Ama ayangnya, Prilly.. suka ditanyaa.. "Antara Gema atau Galang lebih milih jadi siapa??"
Yang mana aku ga tau semua karakter ituuh...
Alhamdulillah dibahas ka Antung, jadi aku tau karakter Gema adanya di Film Tinggal Meninggal.
hari, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Film Tinggal Meninggal rasanya berhasil menampar pelan, bahwa di balik segala peran dan tuntutan—termasuk sebagai ibu bekerja—ada kebutuhan paling dasar untuk didengar dan dimengerti. Bukan karena sensasi atau drama, tapi karena kita manusia. Refleksinya sederhana, tapi dalam.
BalasHapusMbak Antung, saya sedang nonton film ini baru sampai di bab ayahnya meninggal. Belum sempet lanjut lagi. Kasian ya Gema, tapi itulah cerminan hidup manusia yang tidak bisa hidup sendiri
BalasHapusAku pas lihat promo film ini, kayanya emang menarik. Tapi sayang kemarin belum sempat ke bioskop. Ngecek di OTT, kayanya udah ada ya. Nanti coba deh
BalasHapusBtw, sering banget emang kita merasa sepi di tempat yang ramai. Sosok Gema kayanya banyak yang related ya
Salah satu kelemahan film ini adalah "twist" yang dimaksud. Soalnya memang dari premis dan cerita, film ini sudah fresh, bagus, dan reflektif banget. Termasuk salah satu yang terbaik di 2025.
BalasHapusAnyway, soal Nirina, mungkin karena terlihat masih awet muda kali ya, karena Nirina kan kecil imut. Kalaupun ukurannya usia aslinya, Nirina 45, Omara 26, masih make sense untuk jadi ibu anak.
Pun kalau melihat karakterisasi Gema, masih sangat memungkinkan yang jadi ibunya Nirina Zubir.
Kurang pandai bergaul itu memang serba salah. Bergaul kok rasanya susah untuk klik dan luwes, tapi kalau nggak bergaul malah jadi kesepian. Seiring bertambahnya usia, pertemanan juga makin challenging. Satu karena kesibukan masing-masing, dua karena keseharian yang berubah membuat teman lama yang dulu nyambung jadi nggak selalu sejalan. Nyemplung ke komunitas pun kadang cuma menyentuh permukaan—belum tentu menyembuhkan rasa sepi.
BalasHapusWalaupun membangun pertemanan itu penting, ada baiknya juga belajar berteman dengan diri sendiri. Merasa damai walaupun tidak selalu ada yang menemani.
Kalau POV Gema emang kasihan, tapi pengen nonton langsung untuk melihat bagaimana karakter Gema sesungguhnya (yang diperlihatkan oleh produser film). Karena menurut aku, emang hidup itu harus simbiosis. Kalau kita mau diperhatikan orang, kita pun harus memberikan perhatian.
BalasHapusPas banget, saya baru saja nonton. Beberapa hari lalu nih. Sepakat soal Nirina yang belum pas jadi ibunya Omara. Kemudaan gitu ya rasanya. Selebihnya oke banget. Eh, ada sih salfok sama Acho yang masih sempat main film di sela kesibukan jadi sutradara Agak Laen 2.
BalasHapusSoal kesepian, peluk jauh dulu mbak. Yang bedain kita sama Gema, sebenarnya kita punya sahabat cilik di rumah, Anak-anak. Hehe
Belum sempat nonton lagi ke Bioskop padahal banyak banget film-film bagus akhir-akhir ini.
BalasHapusTapi jadi dewasa sendirian itu emang sedih sih, dan ini nggak terjadi gitu aja. Panjang prosesnya untuk bisa jadi seseorang yang diterima dan menerima dengan lingkungan dan semua itu butuh keterlibatan banyak orang
BalasHapusSebenarnya ini pelajaran untuk kita, tetangga dan orang terdekat, seandainya ada orang seperti Gema yang rela melakukan apa saja, termasuk waktu kematian sendiri, demi bisa mendapatkan perhatian sekitar, bukankah berarti kita tidak peka terhadap sekitar?
BalasHapusSepertinya begitu ya Teh, ada orang yang rela melakukan apapun demi mendapatkan perhatian karena dia haus akan perhatian
HapusSemoga saja pelajaran dari tayangan ini menjadikan kita bisa lebih peka terhadap sekitar. Lebih memperhayko disini saudara, tetangga dan lingkungan. Jangan sampai ada kejadian seperti dalam film itu ya
HapusSaya belum pernah nonton film tinggal meninggal ini, tapi sepertinya ini relate ya dengan kehidupan di sekitar kita. Bagi seseorang kesepian itu bisa hadir meski ada di tengah keramaian. Ini juga bisa menimbulkan tindakan yang membahayakan jika tidak ditangani.
BalasHapusAh iya, menjadi ibu bekerja itu nggak mudah ya
BalasHapusPasti banyak tantangannya
Berarti emang cerita film ini relate ya dengan kondisi sehari-hari di masyarakat
Mau nonton ini maju mundur cantik lagi gk mau berasa sedih2an tapi pas baca artikel mb trnyataa lumayan jga crtanyaa otw msukin list
BalasHapusnggak sedih kok, Mbak. ini jatuhnya satir sih menurutku
HapusUlasan filmnya mantap banget! Penasaran sama alurnya yang unik, mending nonton bareng teman biar nggak takut.
BalasHapusRelate film ini dengan keseharian. Beberapa dari kita kadang ada yang berlebihan sikapnya untuk mencari perhatian, ada juga yang tidak peduli dengan perhatian orang. Tapi bagaimanapun juga manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan sesama
BalasHapusBenar banget, ada orang yg merasa kesepian di tengah keramaian. Untuk Gema yg introvert dan merasa srndiri, mungkin karena sejak kecil kurang kasih sayang, sehingga selalu ingin cari perhatian.
BalasHapusTapi kalau cari perhatian dgn cara berbohong gitu ya malah akhirnya merugikan dirinya senduri.
hehehe setuju mbaaa menurutku endingnya itu gak perlu ada deh..cukup sampai berbaikan saja dan bisa menjalani hidup normal menurutku sudah bagus..pov penonton yang ingin hepi ending sie ini yaa hehe...
BalasHapusAku udah nonton TingNing ba. Bagus, ga nyangka banget kalau Kristo bisa seberbakat ini dalam menciptakan sebuah film. Sayang filmnya underated dan cuma sebentar di bioskop.
BalasHapusFilmnya meski nggak tenar cukup bisa menyampaikan makna ya. Kesepian itu nyata memang bahkan di tengah keramaian di antara keluarga. Saat seseorang gak. Disapa dan. Diperhatikan ya disitulah makna sepi itu nyata
BalasHapusNggak kebayang juga kalau menghadapi ini.. Tapi in-sya allah iman kuat di dada allah selalu menjaga kita
BalasHapusKadang memang kesepian itu nggak enak banget
BalasHapusApalagi klo hidup lagi kacau kacaunya ya
Butuh support system biar kuat menghadapi hidup
Unik yaa... ide dari rumah produksinya Ernest ini..
BalasHapusAku suka tema-tema psikologis begini... bikin kita tuh mikir kalau slice of lyfe itu sangaatt sangaatt kompleks dan kita gak bisa judgement untuk seseorang mengenai isu mental heealth ini...
Sudah lama tahu tentang film ini tapi masih zero knowledge, ternyata ide ceritanya menarik ya. Buat saya, film ini jadi memberikan pesan: tidak ada yang gratis di dunia ini, semua ada maksudnya.Orang-orang mendadak berempati mungkin agar terlihat sebagai orang yang baik dan perhatian, habis itu mereka kembali jadi asing.
BalasHapusBaru-baru ini saya juga nonton film ini di NetFlix, jujur penasaran karena judulnya yang agak laen, ternyata filmnya seru dan banyak pelajaran yang dapat didapat.
BalasHapusTapi setelah aku baca sinopsis film ini, rasanya relate kok ya dengan kehidupan sekarang ini. Merasa sepi di tengah keramaian, seolah kita punya pikiran sendiri yang entah kenapa tidak merasa menyatu dengan orang lain di sekitar kita
BalasHapus