Ayah merupakan sosok yang memegang peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Kehadiran sosok ayah memberi banyak pengaruh bagi anak-anak kita mulai dari karakter hingga emosional mereka. Karena itulah penting sekali bagi para laki-laki untuk mengetahui perannya ini sebelum menikah agar ketika memiliki anak tidak serta merta melimpahkan urusan mendidik anak pada istrinya.

Sayangnya, tidak semua ayah menyadari hal ini. Masih banyak yang menganggap tugasnya selesai ketika sudah mencari nafkah atau membelikan mainan untuk anak. Padahal, ada hal yang jauh lebih penting daripada materi, yaitu kehadiran emosional ayah dalam fase-fase penting kehidupan anak. Ketika kehadiran ini tidak terpenuhi, dampaknya bisa terbawa hingga anak dewasa.

Premis inilah yang saya tangkap dari film Bollywood Animal yang dibintangi Ranbir Kapoor. Film yang rilis akhir 2023 ini sukses secara komersial dan menarik banyak perhatian penonton. Meski mengangkat tema hubungan ayah dan anak, jangan bayangkan kisah keluarga yang mengharukan. Sebaliknya, Animal adalah film dengan nuansa brutal, penuh kekerasan, dan ekstrem.

Sinopsis film Bollywood Animal

review film bollywood animal


Judul film : Animal
Pemeran utama : Ranbir Kapoor, Anil Kapoor, Rashmika Mandana, Bobby Deol
Sutradara : Sandeep Reddy Vanga 
Durasi : 3 jam 21 menit

Cerita berpusat pada Balbir Singh, seorang pengusaha sukses yang memiliki tiga anak: Reet, Ranvijay (Vijay), dan Roop. Kesibukan Balbir membuatnya jarang hadir dalam kehidupan keluarga. Bahkan di hari ulang tahunnya sendiri, ia tidak berada di rumah, sesuatu yang sangat membekas di hati Vijay, putra keduanya, yang sangat mengidolakan sang ayah. 
 
Kurangnya waktu dan kasih sayang dari Balbir Singh ini membuat Vijay tumbuh sebagai pribadi yang brutal. Saat kakaknya di-bully di kampus, Vijay yang masih SMA membawa senjata ke kampus kakaknya dan membuat keributan di sana. Ia bahkan mengejar para penganggu kakaknya hingga mengalami kecelakaan. Apa yang dilakukan Vijay disebabkan Vijay yang merasa bertanggung jawab atas keamanan saudaranya di saat ayahnya sedang tidak ada. Sayangnya ketika hal ini diketahui ayahnya, Balbir Singh marah besar dan Vijay pun dihukum dan dikirim ke sekolah di Amerika.

Saat ulang tahun ayahnya yang ke-60, Vijay yang sudah berusia 30 tahun kembali ke India. Di sini ia bertemu kembali dengan Gitanjali, adik tingkatnya saat di sekolah. Gitanjali yang sebenarnya akan menikah kemudian termakan rayuan Vijay hingga akhirnya membatalkan pertunangannya dan malah menikah dengan Vijay. Karena Vijay lagi-lagi bersitegang dengan sang ayah di hari ulang tahunnya, setelah menikah ia dan Gitanjali langsung kembali ke Amerika.
 
Tujuh tahun berselang, Vijay dan Gitanjali kembali ke India karena Balbir sang ayah ditembak orang tak dikenal. Sebagai putra satu-satunya Balbir Singh, Vijay berjanji untuk menemukan pelaku penembakan ayahnya dan bahkan membunuhnya. Untuk itu Vijay datang ke kampung halaman ayahnya dan meminta bantuan para sepupu untuk menjadi pasukannya.
 
Di sinilah aksi-aksi brutal Vijay Singh dimulai. Ia mengejar tanpa ampun orang-orang yang diketahui berhubungan dengan penembakan sang ayah. Mayat-mayat bergelimpangan dan darah berceceran di mana-mana. Tindakan yang dilakukan Vijay benar-benar seperti binatang yang menghabisi mangsanya tanpa ampun. Pokoknya dalam film ini prinsipnya adalah dibunuh atau membunuh. Dan kemudian setelah beberapa waktu akhirnya diketahuilah dalang dari penembakan sang ayah yang ternyata masih keluarga jauh mereka. Bagaimanakah cara Vijay Singh mengalahkan si dalang ini?

Kesan setelah menonton film Animal



Kesan pertama setelah menonton film berdurasi lebih dari tiga jam ini adalah: brutal dan melelahkan secara emosional. Saya sempat bertanya-tanya bagaimana seseorang yang tumbuh tanpa kehadiran ayah tetap menjadikan ayahnya sebagai idola. Namun seiring cerita berjalan, perlahan saya memahami bahwa Vijay sebenarnya adalah anak yang sangat haus akan kasih sayang ayahnya.

Film Animal menuai banyak kontroversi, terutama karena penggambaran kekerasan dan isu toxic masculinity. Hampir semua tokoh pria dalam film ini digambarkan sebagai sosok dominan, merasa selalu benar, dan kerap merendahkan perempuan. Balbir Singh sebagai kepala keluarga merasa otoritasnya tidak boleh diganggu, sementara Vijay menggunakan kekerasan sebagai bentuk cinta dan perlindungan. Bahkan tokoh antagonisnya pun tak kalah ekstrem. Bisa dibilang, film ini penuh dengan figur pria red fla 

Terlepas dari berbagai adegan sadis yang ditayangkan, ada beberapa adegan yang cukup menyentuh di film ini. Yang pertama adalah ketika Vijay berdialog dengan ayahnya di akhir film. Di sinilah kita bisa merasakan bagaimana Vijay dan inner child-nya yang tak terpenuhi. Bagaimana Vijay meminta ia dan ayahnya berganti peran hanya agar ayahnya tahu bagaimana rasanya diabaikan oleh orang yang diidolakan. Sungguh ini adalah adegan cukup membuat saya terbawa suasana.

Lalu adegan kedua adalah ketika putra sulung Vijay berlari menuju pelukannya yang memperlihatkan bahwa meski sebagai anak ia tak bisa mendapat kasih sayang ayahnya, namun sebagai ayah Vijay berhasil menjadi ayah yang dicintai putranya. Memang dalam salah satu adegan Gitanjali sempat menyebutkan bahwa selama di Amerika, di saat ia hidup hanya berdua dengan Vijay, hanya pada Vijay-lah Gitanjali bisa bersandar. Dan di saat ia melahirkan kedua anaknya, Vijaylah yang mengurus Gitanjali dengan sabar dan hal itulah yang membuat Gitanjali bisa bersabar bersama Vijay selain karena cintanya. 

Refleksi Ibu Bekerja Setelah Menonton Animal

Sebagai ibu bekerja, film Animal mengingatkan saya bahwa pengasuhan anak tidak hanya soal mencukupi kebutuhan materi, tetapi juga tentang kehadiran emosional orang tua. Kesibukan bekerja, baik ayah maupun ibu, sering kali membuat waktu bersama anak menjadi terbatas. Namun keterbatasan waktu tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk absen secara emosional.

Film ini menegaskan bahwa peran ayah dan ibu sama pentingnya dalam membentuk kesehatan mental dan karakter anak. Ketika salah satu orang tua kurang terlibat, beban pengasuhan sering kali jatuh sepenuhnya pada ibu, sementara anak tumbuh dengan kekosongan emosional yang berisiko terbawa hingga dewasa. Bagi ibu bekerja, Animal menjadi pengingat untuk membangun komunikasi, kerja sama, dan kehadiran yang lebih bermakna dalam keluarga.

Penutup

Demikian review film Bollywood Animal. Saya tidak merekomendasikan film ini bagi penonton yang tidak tahan dengan adegan kekerasan ekstrem. Namun bagi pencinta film yang tertarik pada isu psikologis, relasi ayah–anak, dan dinamika keluarga yang kompleks, Animal bisa menjadi tontonan reflektif—meski tidak nyaman.

Baca Juga