"Mas, aku pinjam powerbank-nya dong. Bateraiku sekarat nih," kata saya pada suami.

"Yah aku juga lagi makai. Bateraiku juga mau habis," jawab suami sambil memperlihatkan ponselnya yang tersambung dengan kabel powerbank.

"Yah," saya hanya bisa merengut mendengar jawaban suami.

"Bukannya tadi kamu sudah nge-charge hapenya?" tanya suami lagi kemudian.

"Ya bateraiku kan drop jadinya cepat habis," saya memberi alasan.

"Matiin aja dulu hapenya. Nanti kalau sudah sampai nyalain lagi," kata suami lagi.

"Hmm. Iya deh," kata saya akhirnya.

Percakapan di atas terjadi saat saya dan suami dalam perjalanan pulang dari Makassar menuju Banjarmasin. Saat itu kami sedang menunggu pesawat yang akan membawa kami pulang. Baterai ponsel kami sama-sama sekarat karena sudah dipakai seharian. Sayangnya karena powerbank yang ada hanya 1, maka tentu saja kami harus bergantian menggunakannya.

Saat ini, powerbank memang bisa dibilang salah satu aksesoris ponsel yang wajib dimiliki. Aksesoris ini menjadi penyelamat di saat ponsel kita kehabisan daya sedang kita berada jauh dari colokan listrik. Apalagi jika si pengguna ponsel memiliki pekerjaan yang tak jauh-jauh dari ponsel, maka keberadaan power bank bisa dikatakan sebuah keharusan.

Saya sendiri akhirnya memiliki power bank kira-kira setengah tahun yang lalu. Alasannya waktu itu tak lain karena ponsel yang saya gunakan saat itu baterainya sudah drop, hanya bertahan kurang lebih 6 jam setiap harinya. Yah, wajar sih kalau baterainya drop mengingat saya termasuk sangat konsumtif dalam pemakaian baterai ponsel. Mulai dari blogging hingga nonton film saya lakukan di ponsel Lenovo kesayangan yang kini sudah almarhum karena selain baterai yang drop, layarnya juga rusak.

Saat itu, powerbank yang saya pilih adalah merk Hippo tipe ILO F2 dengan kapasitas baterai 11.000 mAh.  Saya membelinya secara online di salah satu marketplace. Harganya terbilang cukup murah yakni sekitar Rp. 150.000,00. Powerbank Hippo ILO F2 ini sendiri memiliki spesifikasi antara lain:

Kapasitas : 11000 mAh
Battery Cell : Lite Cell
Warna : Abu-abu, Putih
Dimensi (mm) : 150 x 64 x 22
Berat :  290 g
Input :  DC5V / 2.1A
Output : DC5V / 2.1A (Max)
Garansi : 1 tahun

Selama sekitar 6 bulan menggunakan powerbank Hippo ILO F2 ini, bisa dibilang saya cukup puas dengan performanya. Kapasitas yang dicantumkan adalah riil alias sesuai dengan yang dicantumkan. Seperti yang dituliskan, powerbank Hippo ini juga memiliki 2 pilihan colokan yakni fast charger dan normal charger. Ini membuat saya bisa men-charge ponsel dengan waktu yang lebih cepat.

Powerbank mulai bermasalah

Sayangnya beberapa waktu lalu, entah mengapa tiba-tiba saja powerbank Hippo milik saya ini tidak berfungsi dengan baik. Ini saya ketahui setelah suami menggunakannya saat sedang lembur di kantor lamanya.

"Kenapa ya powerbank-nya nggak bisa mengisi penuh. Sampai habis baterainya hapeku nggak penuh-penuh juga," kata suami. 

"Ah, masa? Kemarin aku makai masih baik-baik aja tuh," jawab saya setengah tak percaya. 

Untuk membuktikan ucapan suami, saya pun menggunakan powerbank tersebut seperti biasa. Setelah beberapa kali mencoba, memang saya dapati powerbank ini lambat sekali mengisi daya di ponsel saya. Biasanya untuk ponsel dengan baterai 4100 mAh seperti yang saya gunakan, hanya perlu menghabiskan 2-3 jam hingga baterai terisi penuh. Namun sekarang, hingga baterai powerbank habis, ponsel saya tak juga terisi penuh.

Saya pun mulai berspekulasi. Apa kabelnya bermasalah ya? tanya saya dalam hati. Saya kemudian mencoba mengganti kabel bawaan powerbank dengan kabel bawaan ponsel saya. Hasilnya sama, powerbank mengisi daya dengan lambat. Saya kemudian juga membeli kabel data baru dan dipasangkan ke powerbank dan hasilnya ponsel saya bisa terisi 75% hingga powerbank kehabisan daya. Akhirnya saya sampai pada kesimpulan kalau powerbank saya baterainya mulai drop.

Berhubung powerbank ini termasuk sangat diperlukan, maka saya memiliki 2 pilihan. Memperbaikinya atau membeli yang baru. Awalnya, sempat terpikir di benak saya untuk membeli powerbank baru saja. Namun kemudian teringat pernah melihat logo Hippo ini di tempat saya membeli ponsel yang sekarang. "Ah, ya, di situ kan distributornya. Apa ke sana dulu aja, kali, ya?" kata saya kemudian.

Mudahnya klaim garansi Powerbank Hippo

Siang itu, saya pun mendatangi toko tempat distributor powerbank Hippo tersebut.

"Mas, ini powerbank-nya kayaknya baterainya drop. Bisa diperbaiki di sini nggak, ya?" tanya saya pada salah satu pegawai di toko ponsel tersebut.

"Boleh lihat powerbank-nya, Mbak?" jawab pemuda itu pada saya.

Saya pun mengeluarkan powerbank dari dalam tas dan menyerahkannya pada pemuda tersebut.

"Ini saya belinya online, Mas. Jadi nggak ada notanya," saya memberikan penjelasan.

Pemuda itu menerima powerbank dari saya. "Ini tipe ILO, ya?" katanya lagi. Ia kemudian mengirim pesan kepada seseorang. Ia juga memotret powerbank yang ada di tangannya dan mengirimkan foto tersebut melalui Whatsapp.

Setelah menunggu beberapa menit, pemuda itu akhirnya berkata pada saya, "Powerbank-nya bisa aja, Mbak diterima di sini. Nanti kami ganti dengan yang baru."

Saya terkejut. "Ganti baru? Serius, Mas?" tanya saya lagi. Jujur awalnya dalam hati saya agak ragu toko ini bersedia memperbaiki powerbank tersebut mengingat saya membeli powerbank-nya secara online dan tidak membawa kelengkapan apapun saat ke sana.

"Iya. Soalnya masih garansi, kan?"

"Iya," jawab saya.

Pemuda itu kemudian mengambil sebuah powerbank Hippo yang ada di lemari display mereka. "Ini powerbank barunya, Mbak. Kapasitasnya 12.500 mAh," katanya sembari menyerahkan powerbank baru pada saya. Tipe yang diberikan adalah HIPPO BronzX.

"Trus ini apakah berlaku garansi juga, Mas?" tanya saya lagi.

"Iya, Mbak. Kalau powerbank-nya rusak sebelum masa garansi habis bisa langsung diklaim."

Sungguh ini di luar dugaan saya. Padahal maksud awal kedatangan saya ke tempat itu adalah untuk memperbaiki powerbank yang baterainya drop. Eh ternyata saya malah dapat powerbank baru, kapasitasnya lebih besar pula :)

Tentang garansi HIPPO sendiri, dari websitenya saya mendapatkan informasi sebagai berikut:

I. Garansi 
Garansi produk Hippo adalah surat keterangan dari Hippo yang menjelaskan dan menjamin produk Hippo tersebut bebas dari kesalahan pekerjaan dan kegagalan bahan dalam jangka waktu tertentu. Garansi ini juga dapat menjadi salah satu bukti bahwa produk Hippo adaalah barang legal dan di lindungi oleh principle atau pembuat produk.

1. Periode Garansi
Berlaku sejak barang tersebut di beli oleh konsumen, dan garansi tersebut terdapat batasan – batasan ketentuan apabila si konsumen datang untuk mengklaim, misal produk rusak karena bukan kesalahan pabrik, maka garansi itu tidak berlaku walaupun masih periode Garansi.
Adapun Periode Garansi yang diberikan oleh pihak Hippo adalah sebagai berikut :
  • Powerbank : 1 tahun
  • Charger, Bluetooth : 1 tahun
  • Battery : 6 bulan
2. Garansi kami tidak mencakup aksesoris  (seperti: kabel, jack connector, kartu garansi, dan lain-lain).
3. Kartu garansi dan faktur pembelian yang sah merupakan prasyarat untuk mengajukan garansi.

Catatan: Garansi di atas hanya berlaku untuk produk yang dijual di Indonesia.

II. Garansi Plus
Garansi Plus adalah garansi yang mempunyai nilai tambah bagi konsumen, yang mana hanya Hippo yang berani memberi lebih. Adapun detailnya sebagai berikut :

1. Menjamin bahwa produk Hippo apabila terjadi kerusakan baik kesalahan pabrik maupun kesalahan pemakai dalam kondisi apapun akan diganti baru .
2. Yang di maksud dalam kondisi apapun adalah sebagai berikut :
  • Powerbank : rusak karena jatuh, terkena air, mati total.
  • Battery : Gelembung, tidak dapat menyala.
  • Adaptor : Rusak atau tidak dapat digunakan
Garansi Plus berlaku apabila produk Hippo masih dalam periode Garansi (segel masih utuh atau ada nota pembelian)

Demikian pengalaman saya saat klaim garansi powerbank Hippo yang saya miliki. Oh, ya, untuk lokasi distributor resmi powerbank Hippo ini untuk kota Banjarmasin ada di Arthomoro Celullar/168 cellular. Semoga bermanfaat.
Baca Juga