Mengunjungi Kebun Binatang Ragunan




"Kita jadi kan ke Ragunan?"tanya saya pada suami saat kami berada di Tangerang beberapa waktu lalu.

"Iya, jadi. Nanti kita berangkat Sabtu aja biar nggak terlalu penuh tempatnya," jawab suami pada saya.

Saya langsung tersenyum mendengar jawaban tersebut. Sejak awal sebelum keberangkatan kami ke rumah mertua, saya memang berencana mengunjungi salah satu tempat wisata yang ada di sekitar Tangerang. Saking semangatnya, saya sampai googling beberapa tempat yang bisa dikunjungi di daerah Tangerang Selatan. Sayangnya mengingat waktu yang singkat serta kondisi kami yang membawa bayi, saya harus menentukan prioritas. Dan kata suami, Ragunan adalah tempat wisata terdekat yang bisa kami jangkau. Yoweslah yang penting saya bisa mengajak si kecil jalan-jalan.

Sabtu pagi, dengan menggunakan jasa taksi online, saya, suami, ibu dan bapak mertua plus adik ipar pun berangkat. Sesuai namanya, Kebun Binatang Ragunan ini berlokasi di daerah Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Luasnya sekitar 140 hektare dan menampung ratusan spesies binatang. Setelah beberapa puluh menit, akhirnya kami tiba di pintu barat Kebun Binatang Ragunan. Suami langsung membayar biaya perjalanan. Kalau tidak salah biaya dari rumah mertua hingga tiba di pintu timur Ragunan saat itu adalah Rp. 50.000,-.

Peta Ragunan
Antrean Pintu Masuk

Begitu turun dari mobil, kami disambut para pedagang alas duduk yang menawarkan dagangannya pada kami. Karena tak membawa apa-apa, kami pun membeli satu buah alas duduk. Selain kami tampak cukup banyak pengunjung hari itu. Tanpa menunggu lama, suami pun langsung mengantre tiket masuk. Rupanya, untuk bisa masuk ke kebun binatang Ragunan pengunjung sekarang diharuskan menggunakan kartu JakCard dengan saldo tertentu. Berhubung kami berlima, suami membeli kartu dengan saldo Rp. 30.000,-. Harga tiket masuknya sendiri untuk dewasa adalah Rp. 4000,- sedang untuk anak-anak Rp. 3.000,-.

Setelah memasuki kebun binatang, kami semua sepakat untuk sarapan terlebih dahulu. Kebetulan dari rumah ibu mertua sudah menyiapkan beberapa bekal. Tapi rasanya tidak lengkap kalau tidak mencicipi aneka kuliner yang ada di kawasan kebun binatang. Akhirnya selain menghabiskan bekal yang sudah disiapkan, kami juga membeli nasi pecel yang cukup banyak dijual di dalam kebun binatang.
Ngeliatin Burung Onta



Perut sudah kenyang, sekarang saatnya menjelajah kebun binatang. Dengan luasnya yang mencapai 140 hektar, tentunya ada banyak binatang yang ada di tempat tersebut. Untuk memudahkan pengunjung menentukan tujuan, tampak petunjuk arah dipasang di beberapa titik di kebun binatang. Tak hanya itu, di kebun binatang Ragunan juga ada mobil yang bisa digunakan untuk berkeliling (saya nggak naik tapinya).

Sayangnya karena Yumna masih berusia 6 bulan, dia tidak terlalu antusias saat kami perlihatkan aneka binatang yang ada di kandang. Alih-alih memperhatikan binatang, dia malah memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Selain bisa menyaksikan langsung binatang-binatang yang ada di sana, kebun binatang Ragunan juga ternyata menyediakan arena bermain untuk anak-anak dan juga tentunya area untuk bersantai yang banyak diisi para keluarga dengan menggelar tikar mereka.

Lepas tengah hari, saya dan keluarga memutuskan untuk pulang. Padahal kayaknya belum semua lokasi berhasil dikunjungi. Maklumlah ya, bawa bayi jadinya cepat capek. Hehe. Beberapa kesan yang bisa saya tuliskan setelah kunjungan hari itu antara lain:

Tempatnya luas dan sangat cocok untuk rekreasi


Sebelum ke Ragunan, saya sudah pernah mengunjungi 2 kebun binatang lain di kota lainnya. Nah, jika dibandingkan dengan kedua kebun binatang itu, Ragunan ini bisa dibilang lebih nyaman untuk keluarga. Hal ini karena adanya ruang-ruang terbuka yang bisa dijadikan tempat bagi para pengunjung untuk beristirahat dan menghabiskan bekal mereka.

Ada petunjuk arah yang memudahkan pengunjung menentukan tujuan mereka


Dengan luasnya yang 140 hektar, tentunya diperlukan petunjuk arah yang akan memudahkan pengunjung menentukan tujuannya. Nah di Ragunan ini, di setiap persimpangan dan titik-titik lainnya, kita akan menemukan si petunjuk arah ini.

Fasilitas umum memadai


Khawatir kebelet pipis saat jalan-jalan di kebun binatang? Tak perlu khawatir karena di Ragunan ada cukup banyak toilet disediakan. Selain itu ada juga masjid bagi mereka yang ingin melaksanakan salat. Bahkan saat kami keluar dari pintu timur, di sana juga ada musala yang cukup bersih plus stok mukena bagi pengunjung wanita.

Itulah dia pengalaman saya mengunjungi kebun binatang Ragunan. Harapan saya, semoga saja suatu hari nanti saya bisa membawa Yumna jalan-jalan lagi. Oh, ya, berikut adalah video singkat kunjungan saya ke Ragunan beberapa waktu lalu.


Baca Juga
Reactions

Post a Comment

42 Comments

  1. Aku belom pernah ke Ragunan huhuhu. Dulu ke Taman Safari, dan itu bengong banget! soalnya di Palembang zoo-nya kecil aja hehehe.

    Jadi inget Amazing Race yang pernah ke Ragunan :)

    ReplyDelete
  2. Saya baru sekali sama anak ke Ragunan. Itupun cuma sama yang bungsu untuk nemenin field trip. Anak saya kurang bisa menikmati. Tapi mungkin beda rasanya kalau jalan-jalannya sama keluarga kali, ya

    ReplyDelete
  3. keren banget mba videonya, jadi bisa bayangin suasana di kebun binatang ragunan

    ReplyDelete
  4. Aku ke sini waktu umur 5 tahun, soalnya dekat dari rumah waktu tinggal di Jakarta.
    Sekarang pasti perubahannya udah banyak ya
    Kepingin suatu saat bisa ke sini lagi aamiin

    ReplyDelete
  5. Ya ampun mbaa, murah bangeet itu tiketnya ya.... Kalo ada disini bisa ke bunbin trus tiap pekan. Lumayan banget buat pngenalan aneka hewan buat para bocah

    ReplyDelete
  6. jadi inget lagi praktek di ranguna, hampir setiap hari kesana dari bogor

    ReplyDelete
  7. wah pastinya jadi hapal banget ya, mbak sama isi Ragunannya

    ReplyDelete
  8. iyaa murah banget, apalagi kalau dibandingkan sama yang di jatim. heu

    ReplyDelete
  9. samaa.. di sini kebun binatangnya juga kecil banget dan aku belum pernah ke sana coba. hehe

    ReplyDelete
  10. bisa jadi, mbak :)

    ReplyDelete
  11. iyaa.. apalagi kalau dibandingkan sama yang di jatim. hehe

    ReplyDelete
  12. pastinya, von. udah puluhan tahun yang lalu. aamiin. insya Allah bakal bisa ke sana lagi sama anak-anak dan suami

    ReplyDelete
  13. Murah ya, semoga nanti bisa aja keluarga kesini, tfs Mbaa

    ReplyDelete
  14. Dari dulu pengin bgt ke Ragunan tapi belum kesampean. Heuheu

    ReplyDelete
  15. Saya beberapa kali ke Ragunan, Mbak…anter anak rekreasi sekolah juga pergi sama keluarga. Yang penting ke situ nggak pas libur aja..rameeenya. Bisa-bisa buka kita yang lihat koleksi satwanya, tapi mereka yang pusing lihat betapa banyaknya manusia hahaha:D

    ReplyDelete
  16. Salah fokus ke videonya :D keknya kalau aku yg ke Ragunan gak bakal sempat bikin video ,karena keasikan main kamera buat foto2 selfie2 wkk

    ReplyDelete
  17. Aku pernah ke ragunan waktu zaman SD diajak ortu saat mengujungi rumah nenek, sepertinya kalau dilihat dari foto di atas, tidak terlalu banyak berubah lokasinya. Ah, bikin kangen masa-masa saat itu.

    ReplyDelete
  18. wah pas banget nih mba aku mau ajak anak2 ke ragunan, dulu waktu anak satu masih jalan2 ke ragunan. Sekarang sdh 3 bingung mau ke ragunan gimana ya, jadi ada gambaran lagi buat persiapannya.

    ReplyDelete
  19. Kapan yak aku ke Ragunan ini. Belum pernah eiyy…

    ReplyDelete
  20. aamiin. makasih dah mampir, mbak :)

    ReplyDelete
  21. semoga kelak bisa ke sana, ya, mbak :)

    ReplyDelete
  22. iya, katanya kalau pas liburan penuh banget ya, mbak. saya kemarin alhamdulillah nggak penuh-penuh amat

    ReplyDelete
  23. hehehe. aku nggak suka selfi soalnya :D

    ReplyDelete
  24. mungkin yang berubah fasilitasnya ya, rima. he

    ReplyDelete
  25. semoga bermanfaat ya, mbak tulisannya

    ReplyDelete
  26. semoga ada rezekinya ya, eca :)

    ReplyDelete
  27. Ragunan memang tempat wisata favorite utk keluarga. Terutama bagi anak2 bisa sekalian edukasi

    ReplyDelete
  28. Terakhir kali ke Ragunan 2 tahun lalu bawa keponakan, capek euy keliling-kelilingnya. Akhirnya kami malah makan pecel di tukang-tukang pecel lesehan disana, hihi. Tapi sejauh ini kalau untuk di Jakarta, Ragunan masih jadi kebun binatang yang asyik untuk dikunjungi.

    ReplyDelete
  29. Udah lama bangeeeetttttt enggak pernah ke ragunan, semoga bisa cepat nyusul mba antung jalan2 ke ragunan hehe

    ReplyDelete
  30. Semenjak punya anak saya belum pernah ke Ragunan lagi, padahal bisa sambil ajarin anak neh

    ReplyDelete
  31. Belum pernah ke Ragunan juga
    *ihiks. Tapi terimakasih..jadi punya gambaran klo Ragunan kayak apa..

    Pertama ajak anakku ke bonbin juga umur2 6 bulanan gitu..eh dianya blm ngeh diminta lihat ala..

    ReplyDelete
  32. Saya pernah dua tahun tinggal di Jakarta. Tapi gak pernah jalan2 ke ragunan -_- takut ada gorila ngamuk saya mbak. Sekarang di SBY , juga gak berani jalan2 ke Zoo.. padahal pengen sekali liat pinguin
    Salam kenal ya mbak, Saya ipul

    ReplyDelete
  33. wah samaan kami juga baru dari sini setelah kian lama hehe, asyik memang tapi karena terlalu luas aku ga kebanyak tempat dan anak2 tetap aja yg dicari odong2 hehe

    ReplyDelete
  34. iya, mbak. murah meriah lagi biaya masuknya

    ReplyDelete
  35. iya, mbak. kebun binatangnya gede banget soalnya

    ReplyDelete
  36. ayo, mbak. sesekali ajak anaknya ke Ragunan :)

    ReplyDelete
  37. iyaa. umur 6 bulanan emang masih belum ngerti bayinya. kayaknya bagusnya di atas setahun deh ngajak anak ke bonbin

    ReplyDelete
  38. ayo sekali-sekali jalan-jalan ke kebun binatang, mas. Insya Allah aman kok :)

    ReplyDelete
  39. hihi. anaknya suka banget ya, mbak naik odong-odong :)

    ReplyDelete
  40. Kalau mau sepi banget itu weekdays di Ragunan.. Aku ke sini pas anakku umur setahun. Sepertinya harus ke sini lagi

    ReplyDelete
  41. soalnya anak-anak pada sekolah ya, mbak. hehe. ayo ke Ragunan lagi sama anaknya :)

    ReplyDelete