Monday, March 26, 2018

Berbelanja Perlengkapan Bayi di Banjarmasin

March 26, 2018 50
berbelanja perlengkapan bayi di banjarmasin

Apa perlengkapan yang perlu dibeli sebelum melahirkan? 

Bagi mereka yang baru pertama kali mempersiapkan kelahiran, pertanyaan ini pastilah akan muncul di trimester akhir kehamilan. Baju apa yang sebaiknya dibeli? Modelnya seperti apa? Perlukah membeli ini? Perlukah membeli itu? Setidaknya itulah pertanyaan yang saya lontarkan kepada beberapa teman sebelum saya melahirkan. Tak hanya teman, internet juga menjadi salah satu rujukan saya untuk mencari tahu apa saja perlengkapan yang harus dibeli jelang kelahiran ini.

Dua bulan sebelum masa melahirkan, saya pun mulai berbelanja. Saat itu saya putuskan membeli perlengkapan bayi secara mencicil. Misal bulan ini membeli baju untuk bayi, bulan depan membeli peralatan mandinya, berikutnya pakaian untuk saya sendiri setelah melahirkan dan seterusnya hingga jelang hari kelahiran.

Nah, karena masih belum pengalaman, saya dengan santainya membeli sedikit sekali pakaian untuk calon bayi saya nanti. Kalau calon ibu lain saking semangatnya mungkin membeli baju anaknya selusin, nah saya cuma 3 potong. Baju 3 potong, celana panjang 3 potong, celana pendek 3 potong, bahkan bedong bayi juga cuma beli 3 potong. Intinya saya minimalis sekali berbelanja pakaian untuk calon bayi saya.

Baca juga : Belajar Menjadi Orang Tua

Setelah melahirkan, barulah terlihat efek dari belanja minimalis ini. Yumna yang waktu itu memakai popok kain kehabisan kain bedong dan popok. Pakaian harian juga kurang banyak. Mau tak mau ayahnya membeli lagi sekian potong pakaian dan popok untuk Yumna. Untungnya untuk urusan bedong, sebelum melahirkan adik saya sempat menghibahkan bedok milik anaknya yang tidak terpakai, jadi kami tak perlu membeli bedong tambahan.

Efek lain dari minimalisnya saya berbelanja ini adalah saat akikah Yumna tidak memiliki gaun cantik untuk dikenakan. Setelah melahirkan, saya ternyata tidak bisa keluar rumah. Belanja online pun tidak terpikirkan kala itu. Padahal ponsel selalu ada di tangan saya. Namun karena fokus saya kala itu adalah berjuang memberi ASI untuk Yumna hingga tak terpikirkan belanja pakaian bayi secara online.

Akhirnya saat akikah, Yumna hanya mengenakan pakaian yang diberikan salah satu neneknya. Padahal dalam bayangan saya Yumna yang mengenakan baju cantik dengan headband bayi di kepalanya.

Baca juga : Saat Bayi 1 Tahun Menolak Minum ASI Perah

Bicara tentang membeli perlengkapan bayi, di kota saya sendiri ada cukup banyak toko perlengkapan bayi yang bisa disambangi. Mulai dari toko besar layaknya shopping center, hingga toko-toko kecil yang bermunculan di pinggir jalan. Setelah melahirkan, biasanya saya akan berbelanja di toko perlengkapan bayi jika ada barang untuk Yumna yang ingin dibeli atau membeli hadiah untuk teman yang baru melahirkan. Nah, kemana sajakah saya biasanya membeli perlengkapan bayi ini? Berikut adalah tempat-tempat yang pernah saya kunjungi:


Alan Babykids
Alan Babykids merupakan salah satu toko perlengkapan bayi yang cukup terkenal di Banjarmasin. Berlokasi di jalan S. Parman, toko dengan 2 lantai ini menyediakan aneka perlengkapan bayi dari A sampai Z.

Di lantai 1 kita bisa memilih aneka pakaian dan aksesoris untuk bayi, perlengkapan menyusui, aneka gendongan, hingga peralatan MPASI.  Naik ke lantai 2, kita akan menemukan berbagai stroller, baby walker, pushwalker, box bayi dan berbagai mainan untuk anak-anak kita.

Kalau kata saya sih, Alan Babykids ini merupakan one stop shopping. Tempatnya besar, parkir luas dan barangnya lengkap.  Di tempat ini juga tersedia kafe yang mungkin diperuntukkan bagi para ayah yang bosan menunggu istrinya berbelanja. Hehe.


Dunia Bayi
Dunia Bayi awalnya menempati sebuah los di daerah Pasar Sudimampir Banjarmasin. Tak lama toko ini kemudian membuka cabang di jalan Kuripan dekat dengan lokasi kantor saya. Dunia Bayi bisa dibilang toko perlengkapan bayi yang paling sering saya kunjungi. Alasannya tentu saka karena lokasinya yang dekat dengan kantor saya dan harga barang-barangnya yang tergolong murah.

Di sini kita bisa membeli aneka pakaian untuk bayi baru lahir, aksesoris untuk bayi, peralatan menyusui dan MPASI, stroller, popok bayi dan beberapa mainan. Selain di Kuripan, Dunia Bayi juga memiliki cabang di jalan Cempaka yang merupakan pindahan dari toko di Pasar Sudimampir.

Rainbow Babykids Shop
Raibow Baby Shop terletak di jalan A. Yani km 4,5 samping UIN Antasari Banjarmasin. Toko bayi ini juga baru saja memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih besar. Selain menyediakan aneka perlengkapan dan pakaian bayi, toko ini juga menyediakan beberapa produk MPASI untuk bayi seperti biskuit bayi, ASI Booster untuk ibu menyusui. Oh ya, di toko ini kita bisa memiliki kartu member dan mendapat potongan harga jika menjadi membernya.




Victory Babykids
Saya mampir ke Victory Babykids saat akan mencari biskuit untuk MPASI Yumna saat usianya 7 bulan. Selain menyediakan ragam produk MPASI, Victory Baby Shop juga menyediakan berbagai pompa ASI, peralatan MPASI dan tentunya juga aneka pakaian bayi. Victory Baby Shop sendiri berlokasi di jalan Veteran no. 11 - 15 Banjarmasin.

Pasar
Pasar menjadi pilihan jika hanya ingin membeli perlengkapan berupa pakaian bayi. Ada banyak toko kecil yang menjual pakaian bayi di pasar. Saya sendiri kadang berbelanja pakaian bayi secara spontan saja kalau berada di pasar. Seperti beberapa waktu lalu, tanpa sengaja saya melihat sebuah legging bayi lucu di sebuah toko di pasar Kuripan. Tanpa banyak pertimbangan saya membelinya untuk Yumna. Padahal kalau dipikir-pikir saat itu saya sedang tidak ada anggaran belanja pakaian bayi. Heu.

Itulah dia beberapa tempat yang kerap saya kunjungi jika ingin berbelanja aneka perlengkapan bayi. Semoga bermanfaat :)

Thursday, March 22, 2018

Ketika Anak Susah Makan Saat Bersama Ibunya

March 22, 2018 59


Sekian tahun lalu, saat saya belum berstatus sebagai ibu, seorang rekan kerja curhat di sela-sela jam istirahat kantor. 

"Anakku makannya susah. Beratnya juga nggak nambah-nambah," begitu kata beliau pada saya dan seorang teman lain.

Saat itu, karena kurangnya ilmu yang saya miliki, saya pun menanggapi curhatannya itu dengan gurauan.

"Ah, nggak apa-apa, Kak. Nanti kalau sudah dewasa anak Kakak akan bersyukur karena susah gemuk," jawab saya kala itu.

Entah apa yang ada di hati Kakak tersebut saat mendengar gurauan saya saat itu. Di hadapan saya mungkin dia tertawa namun mungkin di hatinya dia berkata, "Tunggu aja sampai kamu punya anak nanti." Ya, saya yang tidak tahu tentang pentingnya pertambahan berat dan tinggi badan bagi bayi sudah menganggap remeh curhatan seorang ibu yang galau akan tumbuh kembang anaknya.

Baca juga : Yumna Turning One Year Old

Beberapa tahu berselang, saya pun resmi menyandang status sebagai ibu. Tentunya saya sudah lebih mengerti tentang tumbuh kembang bayi. Setiap bulan saya berusaha rutin mengecek berat badan dan tinggi badan anak saya. Saya juga memantau perkembangan motorik, sosial dan perkembangan lain dari anak saya. Alhamdulillah, kalau menurut panduan yang saya ikuti, perkembangan motorik Yumna masih sesuai jalur.

Sayangnya, ada 1 hal yang membuat saya mulai ketar-ketir. Setelah usianya 1 tahun, anak saya susah sekali naik berat badannya. Padahal saya sudah berusaha membuatkan menu 4* untuknya setiap hari. Saya juga membelikan aneka macam cemilan di sela-sela jam makannya. Namun, hingga usianya menginjak 14 bulan, berat badan anak saya belum mencapai angka 9 kg. Kalau sudah begini, resmilah sudah saya merasakan kegalauan yang sama dengan yang dirasakan rekan kerja saya dulu.

Problematika MPASI

Sebagai ibu bekerja, pemberian MPASI merupakan salah satu tantangan baru yang harus saya hadapi. Berbeda dengan pemberian ASI Perah, menyiapkan MPASI bagi ibu bekerja memerlukan manajemen tersendiri. Mulai dari bahan yang akan digunakan, menu yang dipilih, hingga waktu pembuatan MPASI tersebut. Berhubung saya bekerja, otomatis saya hanya menyiapkan 1 menu untuk anak saya setiap harinya plus cemilan berupa buah atau puding.

Baca juga : MPASI, Antara Teori dan Praktik

Ironisnya, meski sudah menyiapkan MPASI dengan penuh semangat, anak saya kadang menolak menu yang saya siapkan. Yup, GTM alias Gerakan Tutup Mulut kerap dilakukan Yumna sejak usianya memasuki 8 bulan. Untungnya ibu asuhnya memiliki cukup banyak cara agar Yumna mau makan, meski yah kadang waktu makannya jadi lumayan lama.

GTM sendiri bisa dikatakan sebagai problematika utama yang dihadapi para ibu dalam masa MPASI anaknya. Tak hanya ibu bekerja, stay at home mom juga bisa mengalami hal ini. Ada banyak alasan yang membuat anak melakukan Gerakan Tutup Mulut ini. Mulai dari sakit, tumbuh gigi, hingga trauma dengan makanan atau alat makannya. Intinya sih ibu harus bisa membaca penyebab dari GTM dan menemukan solusinya.

Nah yang membuat miris, hingga saat ini saya masih belum bisa mengatasi GTM yang dilakukan Yumna saat bersama saya di hari libur. Setiap kali akan saya suapi, tangannya langsung masuk ke mulut tanda menolak disuapi. Kadang juga dia malah minta menyusu saat akan diberi makan. Padahal menu yang dimakan tak jauh berbeda dengan menu yang saya buatkan saat ia ditinggal bekerja. Untungnya sih meski kerap menolak maka menu utama, Yumna masih mau makan cemilan buah dan pudingnya. Yah, setidaknya ada asupan vitamin yang masuk ke tubuhnya.

Anak Susah Makan Saat Bersama Ibunya


Tentang masalah anak yang susah makan ini sendiri, saya sempat bertanya kepada beberapa teman sesama ibu bekerja. Ternyata beberapa teman juga mengalami hal yang sama dengan saya. Anaknya susah makan saat bersama sang ibu. Bahkan ada ibu yang membawa anaknya ke rumah pengasuh di hari libur anaknya agar anaknya mau makan. Ironis sekali ya, kedengarannya?

Kalau dilihat-lihat, salah satu alasan mengapa anak susah makan saat bersama ibunya adalah karena anak terbiasa makan dengan orang lain. Sebagai ibu bekerja, mau tak mau ibu harus menitipkan anak kepada orang lain. Ini otomatis membuat anak juga terbiasa makan dari tangan orang lain.

Sang ibu sendiri bisa jadi tak mengetahui kebiasaan makan anak selama ditinggal bekerja. Bagaimana trik yang harus dilakukan agar anak mau makan, hingga suasana yang harus dibuat saat anak sedang makan. Karena tak mengatahui trik-trik ini, ibu pun frustrasi dan akhirnya menyerah memberi makan anaknya. Hal lain yang juga bisa menjadi alasan adalah anak ingin lebih banyak menyusu dan bermanja-manja dengan ibunya. Kalau ini asumsi saya pribadi si. Hehe.

Untuk Yumna sendiri, memasuki usia 15 bulan ini, sebenarnya bisa dibilang sudah berkurang ogah makannya. Saya sendiri juga berusaha lebih santai dalam menghadapi penolakannya saat akan disuapi. Kalau memang nggak mau makan yowes ayo nenen aja seharian. Hehe. Selain itu, alih-alih disuapi, Yumna sepertinya lebih senang makan dengan tangannya sendiri jika berada di rumah. Karena itulah jika berada di rumah, saya lebih banyak membiarkan Yumna memilih sendiri makanannya saat bersama saya. Harapan saya sih, dengan semakin bertambahnya usianya nanti, Yumna akan lebih mudah makan saat bersama saya.

Itulah dia curhatan saya tentang masa MPASI anak saya. Ibu-ibu yang lain kira-kira ada yang pernah mengalami juga nggak, ya?

Tuesday, March 20, 2018

Menyiapkan Bekal Makan Siang dengan Menu Gizi Seimbang

March 20, 2018 50
Setelah menikah, salah satu rutinitas yang saya lakukan di dini hari ialah memasak untuk bekal keesokan harinya. Sejak awal pernikahan suami memang sudah request untuk dibuatkan bekal untuk makan sianganya. Nah, berhubung saya juga sehari-harinya bekerja, maka otomatis saya pun membuat bekal untuk saya sendiri. Padahal ya aslinya saya sebelum menikah jarang sekali memasak dan mengandalkan masakan ibu saya yang memang selalu terasa enak di lidah.

Jika bicara soal selera, bisa dibilang saya dan suami sangatlah berbeda. Saya yang orang Banjar jelas menyukai menu-menu Banjar. Nah, suami yang orang Jawa tentunya juga menyukai masakan Jawa. Ironisnya, stereotipe orang Jawa yang (dalam pikiran saya) bisa makan apa saja tidak berlaku untuk suami saya. Suami termasuk pemilih dalam makanan. Dia tak biasa makan ikan laut, alergi telur, tak suka tempe dan tahu, juga tak cocok dengan masakan Banjar. Sungguh bertolak belakang dengan saya yang sejak kecil terbiasa makan ikan laut.

Karena selera makanan yang berbeda ini, kadang mau tak mau saya harus sedikit berkompromi. Sebagai pihak yang lebih fleksibel soal makanan, saya pun membeli bahan-bahan yang bisa dikonsumsi suami. Lauk seperti ayam, ikan nila, haruan menjadi pilihan untuk protein hewani. Meski begitu, sesekali saya juga membeli beberapa lauk kesukaan saya untuk saya nikmati sendiri. Adapun untuk sayurnya, saya lebih memilih membuat tumisan untuk bekal makan siang.

Setelah menjalani rutinitas membawa bekal sendiri untuk makan siang ini, ada beberapa keuntungan yang saya dapatkan, yakni:

Lebih hemat
Salah satu godaan terbesar dari makan siang di luar bagi mereka yang bekerja adalah keinginan untuk mencoba menu baru. Sayangnya, kadang menu baru yang ingin dicoba ini harganya terbilang cukup mahal karena lokasinya yang entah di mal atau rumah makan. Nah, dengan membawa bekal dari rumah, tentunya saya akan menghemat sekian ribu rupiah yang bisa digunakan untuk makan bersama keluarga.

Tak perlu bingung mau makan di mana saat jam makan siang
Saat masih berstatus lajang dulu, kadang saya bingung mau makan siang di mana saat jam makan siang tiap harinya. Di sini bosan, di sana jauh. Belum lagi kalau harinya lumayan panas. Duh asli bikin mager. Nah, dengan membawa bekal makan siang, saya tak perlu bingung lagi mau makan siang di mana. Tingal buka kotak makan dan saya bisa makan menu yang berbeda setiap harinya.

Terbiasa makan dengan menu lengkap dan bergizi
Efek lain dari rutin membuat sendiri bekal makan siang adalah saya jadi lebih aware dengan asupan nutrisi yang masuk ke tubuh saya dan suami. Entah karena kebiasaan, saya sekarang terbiasa makan dengan lauk lengkap. Lengkap di sini dalam artian ada ikan dan sayur. Pernah 1 kali saya ingin sekali makan ayam goreng K*C eh saya batalkan karena tidak ada menu sayur di ayam goreng tersebut.

Bicara soal gizi dalam piring makan ini sendiri, ternyata sekarang ini ada yang namanya menu piring gizi seimbang. Menu piring gizi seimbang ini adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam jumlah dan porsi yang sesuai sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan. Seberapa banyak kebutuhan gizi tiap orang tentunya berbeda, tergantung usia, jenis kelamin dan aktivitas yang dilakukan.

Dalam pembagian porsinya sendiri, kita dianjurkan untuk mengkonsumsi aneka ragam makanan yang setidaknya terdiri atas 4 kelompok bahan makanan yaitu :

  1. Satu jenis atau lebih karbohidrat 35% misalnya beras, jagung, gandum, ubi kayu, kentang, sagu, dan sebagainya.
  2. Satu jenis atau lebih Protein 15% misalnya kacang-kacangan, tempe, tahu, telur, ikan, daging, dan sebagainya.
  3. Satu jenis atau lebih makanan kelompok buah-buahan 15% + sayuran 35% sebagai sumber vitamin dan mineral misalnya buah pisang, apel, pepaya, jeruk, dan sebagainya. sayuran wortel, bayam, kangkung, dan sebagainya.

Sumber gambar : www.sogood.id

Dalam menyiapkan keempat kelompok bahan makanan tersebut, tentunya pasar menjadi pilihan saya untuk berbelanja. Biasanya saya akan ke pasar beberapa hari sekali untuk membeli aneka sayuran dan ikan untuk seluruh keluarga.

Namun adakalanya saya tak sempat ke pasar untuk membeli protein hewani karena kesibukan di kantor. Untuk menyiasati hal ini, saya menemukan solusi, yakni membeli protein hewani siap olah seperti nugget dan sosis untuk diolah di rumah. Biasanya sih saya menggunakan merk SO GOOD untuk produk olahan hewani ini.

SO GOOD sendiri merupakan produk olahan protein hewani yang namanya sudah tak asing lagi. Berdiri sejak tahun 1999, SO GOOD selalu berinovasi dalam menghasilkan produk daging olahan berkualitas untuk dikonsumsi penduduk Indonesia. Untuk varian produknya sendiri, selain produk siap olah ternyata ada juga produk siap masak berupa ayam potong.

Nah, meski bentuknya kemasan, ibu-ibu tak perlu khawatir karena produk ayam potong SO GOOD ini tidak menggunakan bahan pengawet di dalamnya. Untuk menjaga kualitasnya produk So GOOD melewati proses pemasakan hingga suhu 170° C selama tidak kurang dari 3 menit, langsung dibekukan cepat menggunakan teknologi IQF untuk menjamin kesegaran, kelezatan, dan nutrisi kandungan produknya. 

Untuk mengolah bahan protein siap masak ini sendiri, produk SO GOOD bisa dimasukkan langsung dalam sayur atau digoreng tersendiri. Untuk kali ini, saya memilih membuat tumis buncis wortel dengan potongan sosis dan nugget goreng sebagai lauk pelengkap. Untuk buahnya sendiri, saya menyiapkan pepaya yang sudah dipotong-potong. Berikut sedikit resep yang bisa saya tulis

Bahan-bahan tumisan:
Buncis diiris serong
Sawi putih, dipotong-potong
Wortel diiris tipis
Sosis ayam SO GOOD dipotong serong
Duo bawang

Cara membuat:
Duo bawang digoreng sampai harum, masukkan sosis. Setelah itu masukkan sayuran, tambahkan gula, garam dan merica, tunggu hingga matang. Untuk nugget sendiri tinggal digoreng hingga keemasan dan ditaruh di atas nasi.
Bekal Makan Siang dengan Menu Gizi Seimbang
Itulah dia salah satu menu bekal makan siang yang kerap saya buat sehari-hari. Simple dan insyaAllah memenuhi standar menu gizi seimbang.

 
Artikel ini akan diikutsertakan di dalam Lomba Blog Kreasi Menu Gizi Piring Seimbang So Good
#BPNxSoGoodPiringGiziSeimbang

Wednesday, March 14, 2018

10 Kunci Agar Hidup Lebih Bahagia

March 14, 2018 69


"Eh bulan Maret nanti tema collab kita apa, ya?"

"Gimana kalau tentang Hari Kebahagiaan Internasional. Kebetulan bulan Maret ada peringatan Hari Kebahagiaan Nasional."

"Wah baru dengar ada Hari Kebahagiaan Internasional,"

"Iya aku juga baru dengar. Boleh deh temanya itu."

"Oke kalau begitu sepakat ya tema bulan Maret adalah Hari Kebahagiaan Internasional."

***

Kutipan di atas merupakan salah satu percakapan yang terjadi di grup whatsapp Female Blogger of Banjarmasin yang saya ikuti. Sejak beberapa bulan terakhir, komunitas Female Blogger Banjarmasin memang mengadakan blogging collaboration untuk para anggotanya. Tema yang dipilih ditentukan secara musyawarah dan pendaftaran tulisan dilakukan paling lambat tanggal 15 setiap bulannya. Tujuan dari blogging collaboration ini tentunya selain untuk meningkatkan backlink juga untuk memancing ide dari para peserta untuk tulisan di blognya. 

Seperti percakapan yang saya tuliskan di atas, tema untuk bulan Maret adalah tentang hari Kebahagiaan Internasional. Sejujurnya saya baru kali ini mendengar adanya peringatan Hari Kebahagiaan Internasional ini yang ternyata diperingati setiap tanggal 20 Maret itu. Belakangan saya malah jadi penasaran sebenarnya ada berapa peringatan internasional yang dibuat oleh PBB? Saya pun mencoba mengecek cukup terkejut ternyata banyak sekali daftar peringatan hari Internasional yang dibuat oleh PBB. Untuk bulan Maret saja ada hampir 20 peringatan hari internasional.

Tentang Hari Kebahagiaan Internasional

Balik lagi ke topik awal, International Day of Happiness atau Hari Kebahagiaan Internasional sendiri pertama kali dicanangkan oleh PBB di tahun 2012 atas prakarsa dari penasihat PBB Jayme Illien pada 28 Juni 2012. Jayme Illien membuat konsep untuk Resolusi PBB yang mengakui bahwa mengejar kebahagiaan adalah hak asasi manusia dan tujuan fundamental manusia. PBB sendiri mulai memperingati Hari Kebahagiaan Internasional ini sejak 20 Maret 2013.

Sebagai seorang ibu sendiri, kebahagiaan tentunya adalah salah satu hal yang harus dimiliki. Seperti kutipan yang kerap kita baca dan dengar, "Ibu bahagia akan menghasilkan anak-anak yang bahagia." Karena itulah saat ini kerap kita mendengar istilah "me time" bagi para ibu yang dilakukan dengan tujuan agar para ibu tetap merasa bahagia.

Baca juga : 5 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Para Ibu Agar Tetap Bahagia

Selain dengan adanya "me time", ternyata ada kunci lain yang bisa dilakukan agar hidup lebih bahagia. Situs http://www.actionforhappiness.org telah merumuskan 10 kunci untuk bisa mencapai hidup yang lebih bahagia yang disingkat menjadi GREAT DREAM. Kesepuluh cara untuk bisa mencapai hidup lebih bahagia ini meliputi :

Giving - Do Things for Others

Menolong orang lain ternyata bisa membantu kita untuk bisa hidup bahagia. Saya ingat ada iklan yang menggambarkan bagaimana efek dari tolong menolong yang dilakukan seseorang bisa berpengaruh pada orang lain. Dan katanya lagi, dengan menolong orang lain, berarti kita menolong diri sendiri. Ada banyak hal sebenarnya yang bisa kita lakukan terkait menolong orang lain ini. Entah itu sekadar membantu seorang tetangga yang mengangkatkan jemurannya saat hujan tiba, hingga mendengarkan curhat sahabat yang sedang kesusahan. Dalam kehidupan rumah tangga sendiri, pertolongan suami dalam mengurus rumah dan anak bisa memberi kebahagiaan besar bagi para istri.

Relating - Connect with People

"Tak perlu banyak orang yang menyukai kita, hanya perlu beberapa orang baik."
Itulah bunyi salah satu dialog film yang saya tonton beberapa waktu lalu. Ya, sebagai makhluk sosial, jelas kita perlu berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Dan beruntunglah mereka yang memiliki teman-teman dekat dan bisa menjaga hubungan baik dengan teman-teman dekatnya ini. Sebab katanya sih, mereka yang memiliki hubungan baik dengan orang lain akan hidup lebih bahagia, sehat dan panjang umur.

Exercising - Take Care of Your Body

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Masih ingat dengan slogan ini? Jiwa yang kuat di sini bisa berupa kebahagiaan. Memang jika tubuh kita sehat, kita tentu lebih nyaman beraktifitas dan melakukan banyak hal yang kita impikan dan kita pun jadi bahagia karenanya. Nah, agar tubuh bisa sehat selalu, tentunya kita harus mulai dengan menjalankan pola hidup sehat mulai dari berolahga dan menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuh kita. Kalau untuk saya ini masih PR sebenarnya.

Sumber gambar : http://www.actionforhappiness.org

Awareness - Live life mindfully

Kalau menurut saya, live life mindfully yang dimaksud dalam daftar ini adalah bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan pada kita. Selain bersyukur, kita juga bisa melakukan muhasabah/perenungan atas hal-hal yang terjadi pada kita. Dengan melakukan muhasabah/perenungan ini tentu akan membantu kita untuk bisa lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan dan bisa menghargai hal-hal kecil yang diberikan pada kita.

Trying Out - Keep Learning New Things

Bagi sebagian orang mencoba hal baru bisa dikatakan sebagai keluar dari zona nyaman. Namun terlalu lama berada di zona nyaman juga tentunya tak baik untuk kita. Karena itu tak ada salahnya jika kita mencoba mempelajari hal baru entah itu kursus memasak, kursus mengemudi, atau mengubah beberapa kebiasaan yang dirasa kurang baik. Dengan mencoba hal baru kita akan menemukan tantangan baru dan bersemangat karenanya.

Direction - Have Goals to Look Forwad To

Dalam menjalani hidup, kita seharusnya memiliki target-target tersendiri yang ingin dicapai. Ada target jangka pendek ada pula target jangka panjang. Dengan adanya target ini kita tentunya bisa lebih fokus dan memiliki motivasi untuk menjadikan hidup lebih baik dan tentunya menjadi lebih bahagia.

Resilience - Find Ways to Bounce Back

Ada saat-saat di mana kita mungkin berada di titik rendah dalam hidup kita. Kalau sudah begini pastikan kita sudah cukup siap untuk menghadapinya. Dalam hal ini, biasanya aspek spiritual cukup berpengaruh dalam hal ketahanan ini. Saat masalah datang, dekatkan diri dengan sang Pencipta, dan jangan ragu untuk mencari pertolongan kepada orang yang kita percaya.

Emotions - Look for What's Good

Kalau dilihat dari jenis katanya, kebahagiaan ini termasuk kata sifat yang berkaitan dengan emosi. Nah emosi ini sendiri terbagi atas emosi positif dan emosi negatif. Untuk bisa bahagia, tentunya kita harus memiliki emosi positif seperti rasa gembira, rasa syukur, kepuasan, inspirasi, dan kebanggaan. Untuk bisa memunculkan emosi-emosi positif ini, kita bisa mewujudkannya dengan melakukan hal-hal yang kita sukai .
 

Acceptance - Be Comfortable With Who You Are

Kadang tanpa sadar kita kerap membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Mengapa kita begini sementara dia begitu? Padahal kita sendiri sadar tak ada manusia yang sempurna. Untuk menghindarkan diri dari rasa rendah diri seperti ini, kita harus bisa menerima diri sendiri dan merasa nyaman dengan diri sendiri. Yakinkan diri kalau kita juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang yang membuat kita merasa rendah diri.  

Meaning - Be Part of Something Bigger 

Hal terakhir yang bisa membuat hidup lebih bahagia adalah bisa berarti bagi orang lain. Bayangkan bagaimana bahagianya kita seseorang menyebutkan nama kita sebagai orang yang penting dalam hidupnya. Untuk bisa menjadi sosok yang memberi arti bagi orang lain ini, kita bisa memulai dengan melalukan hal-hal baik di lingkungan sekitar kita. Kita juga bisa mencoba mendaftar menjadi sukarelawan atau mungkin hal yang lebih sederhana, memberikan motivasi bagi orang lain melalui tulisan atau tindakan kita.

Itulah dia 10 kunci agar hidup lebih bahagia menurut Situs http://www.actionforhappiness.org. Saya sendiri secara pribadi meyakini kalau kebahagiaan itu bisa datang dari hal-hal sederhana dan kita bisa mensyukurinya. 

"Tulisan ini di ikut sertakan dalam Blog Collaboration Female Blogger Of Banjarmasin"

Thursday, March 8, 2018

Mengulik Kisah di Balik Usaha Rental Perlengkapan Bayi

March 08, 2018 63

Saat seorang wanita menjadi ibu, biasanya akan ada hobi baru yang dimilikinya. Ya, belanja aneka keperluan bayi yang dimulai dari masa kehamilan. Mulai dari berbelanja pakaian, kereta dorong, peralatan makan hingga mainan. Toko bayi menjadi surga tersendiri bagi para ibu baru ini. Bahkan mungkin kalau bisa semua barang yang ada di toko bayi itu dibeli. Hehe.

Namun tentunya tidak semua perlengkapan bayi harus kita beli. Terutama jika berkaitan dengan budget yang dimiliki serta masa pemakaian dan kegunaan perlengkapan tersebut. Beberapa perlengkapan seperti box bayi dan beberapa jenis mainan bisa dibilang perlengkapan bayi tak harus dibeli. Nah, untungnya sekarang sudah ada rental perlengkapan bayi yang menyediakan aneka perlengkapan bayi yang dirasa tak perlu dibeli ini. Dengan menyewa di rental perlengkapan bayi, ibu tentu tidak harus mengeluarkan banyak biaya untuk memenuhi kebutuhan akan perlengkapan bayi.

Salah satu rental perlengkapan bayi yang cukup terkenal di kota saya adalah Alif Rental milik mbak Meilisa Nurindah. Didirikan sejak 16 Februari 2014, rental perlengkapan bayi miliknya ini kini sudah berhasil memberikan keuntungan 5-7 juta rupiah per bulannya. Teman-teman penasaran dong bagaimana mbak Meilisa membangun bisnisnya ini? Berikut hasil wawancara saya dengan beliau.


Bagaimana sejarah pendirian Alif Rental Banjarmasin?
Awal mula membuka usaha ini bermula ketika Meilisa melihat ada perosotan yang dijual dengan harga miring di media sosial yang diikutinya. Sebagai ibu baru dengan usia anak 1 tahun, Meilisa memang kerap kalap membeli aneka perlengkapan bayi yang berseliweran di timeline media sosial miliknya. Saat itu, barang yang bagus hanya bisa didapat secara online yang tentunya biaya kirimnya relatif mahal. Meilisa pun melihat adanya peluang dari usaha menyewakan perlengkapan bayi mengingat saat itu dirinya belum menemukan adanya rental perlengkapan bayi di Banjarmasin. 

Dengan dukungan penuh dari sang suami, Alif Rental Banjarmasin pun memulai usaha sejak 16 Februari 2014 dengan menggunakan media promosi twitter dan facebook. Saat ini Alif rental Banjarmasin berlokasi di Jalan Jahri Saleh Komplek Pandan Arum Blok C Jalur 2 No 79/80 (C) Banjarmasin. Alif Rental Banjarmasin saat ini beroperasi setiap hari Senin hingga Jum'at dari pukul 09.00 - 17.00.  Hari Sabtu dijadikan hari full untuk keluarga sedangkan hari Minggu buka dari siang hari.



Berapa modal awal, keuntungan dan dukungan dari keluarga atas usaha ini?

Dalam memulai usahanya, Meilisa dan suami mengeluarkan modal awal sebesar 10 juta rupiah. Hingga tahun ke-4 usahanya ini, keuntungan kotor yang didapat dalam 1 bulan berkisar dari 5 - 7,5 juta perbulan. Perlengkapan bayi yang disediakan juga sangat beragam mulai dari stroller, aneka pushwalker hingga mainan bayi.

Suami Meilisa sendiri sejak awal sudah mendukung usaha sang istri dengan catatan saat terjun harus benar-benar serius dan tidak tanggung-tanggung dalam menjalankannya. Agar tak keteteran dalam membagi waktunya di rumah, Meilisa mendelegasikan sebagian pekerjaan rumah tangga kepada orang lain sementara ia memegang langsung usaha rental dan mengurus anak.

Selain dalam bentuk materi, beberapa keuntungan lain yang didapat Meilisa dari usaha rental perlengkapan bayi ini antara lain:
  • Mengenal banyak orang dan relasi semakin luas dari wilayah Kalsengteng
  • Menjadi support/landasan untuk membuka usaha lain yg berkenaan dengan dunia anak seperti menjadi reseller buku anak,barang unik tentang anak anak, bahkan ke usaha lain seperti property karena Alif Rental Banjarmasin dikenal orang di medsos(dunia maya) atau dari referensi customer ke calon customer lain (dari mulut ke mulut)
  • Ikut membantu menambah penghasilan beberapa kurir ojek online dan pekerja paruh waktu yang membantu operasional rental

Apa saja suka duka dan tips dalam menjalankan usaha rental perlengkapan bayi?


Selama menjalankan usaha rental perlengkapan bayi ini, tentunya ada suka dan duka yang dihadapi oleh Meilisa. Sebelum melakoni usaha rental perlengkapan bayi, Meilisa sendiri sempat berstatus sebagai pegawai kantoran. Dengan menjalankan usaha rental perlengkapan bayi membuatnya memiliki lebih banyak waktu untuk menemani anak-anaknya di rumah. Selain itu usaha rental perlengkapan bayi ini juga bisa menjadi salah satu caranya menyalurkan hobi belanja terutama yang berkaitan dgn anak anak.

Nah, jika ditanya soal duka dari usaha yang dijalankannya ini, berikut jawaban yang diberikan Meilisa:
  • Banyak customer yang sering mengembalikan barang dengan keadaan yg sangat kotor 😂, bayar tidak tepat waktu, susah dihubungi, nomor hape tidak aktif dan tidak ada konfirmasi, dll
  • Karena bergerak di bidang jasa, mau tidak mau di rental harus ada yang standby menjaga jadi kalau libur harus jauh-jauh hari diinfokan ke customer,
  • Kadang saat rental libur atau tutup juga masih ada customer yang tiba-tiba datang
  • Kadang ada customer yang menawar biaya sewa dengan sadis padahal barang yang kami sewa adalah barang dengan merk dan kualitas yang bagus yang sesuai dengan harganya.
Bagi teman-teman yang ingin membuka usaha rental perlengkapan bayi, Meilisa memberikan tips sebabagai berikut:
  • Karena usaha ini untuk jangka panjang sebaiknya pilih dan beli barang yang berkualitas bagus
  • Sebisa mungkin menghindari mainan yang banyak bunyi dan perintilan yang kecil-kecil kecuali mau menanggung resiko rusak dan hilang
Itulah dia sedikit kisah yang saya dapatkan seputar usaha rental perlengkapan bayi. Bagi teman-teman yang memiliki keinginan memiliki usaha rental perlengkapan bayi, semoga tulisan ini bisa memberikan gambaran tentang usaha rumahan ini.

Monday, March 5, 2018

Cerita Tantrum Pertama

March 05, 2018 48

Setelah usianya menginjak 1 tahun, ada banyak perkembangan yang terjadi pada putri saya Yumna. Mulai dari kemampuan berjalan hingga kemampuan berbicaranya yang semakin meningkat. Saat ini, Yumna sudah lancar berjalan, mengerti beberapa instruksi yang diberikan, meniru ibunya saat dandan, mengenali beberapa benda dan menyebutkan namanya meski cuma sepotong.

Sebagai ibu, jelas saya takjub dengan perkembangannya ini. Beberapa hari yang lalu misalnya, Yumna tiba-tiba saja memanggil saya "Mama" ketika saya tiba untuk menjemputnya di rumah ibu asuhnya. Padahal biasanya dia nyaris tak pernah bisa memanggil saya dan lebih sering memanggil ayahnya dengan sebutan "Abah." Jelas dong saya terharu ketika mendengar putri saya memanggil saya dengan sebutan Mama.

Selain perkembangan motorik dan bahasa yang semakin meningkat, perkembangan emosi juga tentunya berlaku pada Yumna. Untuk yang satu ini, saya juga sukses dibuat kaget terutama saat Yumna mengalami tantrum untuk pertama kalinya. Ya, tantrum yang katanya adalah momok bagi para orang tua yang memiliki anak berusia 1-4 tahun.

Baca juga : Yumna Turning One Year Old

Tantrum dan pengertiannya

Menurut Wikipedia, tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Pada anak-anak sendiri, tantrum bisa terjadi ketika ia menginginkan sesuatu namun tidak dapat mengungkapkannya. Hal ini disebabkan karena kemampuan bahasanya yang belum bisa memahami struktur kalimat yang kompleks secara benar.

Tantrum pertama pada Yumna sendiri terjadi ketika usianya kurang lebih 13 bulan. Jadi, sore itu saya mengajak suami dan Yumna membeli roti bakar di depan gang. Kebetulan hari itu saya sedang berpuasa untuk mengganti hutang puasa di bulan Ramadhan tahun lalu. Berhubung saya tak sempat membuat apapun sepulang kerja, mau tak mau kami harus keluar rumah untuk membeli makanan berbuka.

Adzan magrib berkumandang saat akhirnya kami kembali ke rumah. Setiba di rumah, saya dan suami salat Magrib bergantian. Ketika giliran saya akan salat, tampak Yumna menunjuk-nunjuk ponsel saya yang sedang di-charge. Rupanya dia ingin menonton lagu kesukaannya di youtube. Suami menolak permintaan Yumna dan berusaha mengalihkan perhatian putri kami itu. Nah karena permintaannya ditolak, menangislah putri kami. Suami berusaha mengacuhkan tangisan putri kami dan akibatnya ternyata fatal. Tangisan putri saya semakin menjadi-jadi.

Setelah menyelesaikan salat, saya pun berusaha menenangkan Yumna dengan memberikannya ponsel yang diinginkannya. Sia-sia saja. Putri saya itu tetap menangis meraung-raung bahkan hingga 1 jam lamanya. Berbagai usaha saya kerahkan agar Yumna mau berhenti menangis. Mulai dari menggendong hingga mengajaknya melihat komputer pamannya. Namun semuanya tak berhasil menghentikan tangisannya. Saya kemudian hanya bisa memeluknya dan membacakan doa-doa agar tangisnya mau berhenti. Pada akhirnya, Yumna mau berhenti setelah neneknya tiba dari pengajian dan menggendongnya.

Baca juga : Belajar Menjadi Orang Tua

Meski sudah berhenti menangis dan tertidur, drama tantrum rupanya belum berakhir. Malam itu, Yumna menolak diberi ASI. Biasanya dalam semalam dia akan minum ASI minimal 2 kali. Nah, setelah tantrum ini, saya harus membujuknya berkali-kali agar mau minum ASI. Duh rasanya sedih sekali melihat sosoknya yang biasa ceria jadi melow begini. Tambahan lagi besoknya anak saya itu jadi demam entah karena terlalu lama menangis atau memang karena daya tahan tubuhnya yang melemah 😢

Menghadapi anak tantrum

Menghadapi anak tantrum untuk pertama kalinya ini jelas memberikan pelajaran baru untuk saya dan suami sebagai orang tua. Satu pelajaran penting yang saya dapatkan adalah anak yang tantrum bisa memancing emosi dari orang tua, karena itu sebisa mungkin kita harus bersabar dan mengatur emosi saat menghadapi anak yang sedang tantrum. Selain itu, dalam menghadapi sosoknya yang marah, saya sekarang juga berusaha untuk bisa mengalihkan perhatian Yumna saat dirinya mulai marah karena saya larang melakukan sesuatu.

Misalnya saat masih ingin menonton video di youtube padahal saya merasa durasinya sudah lama, maka saya akan berusaha mengalihkannya dengan mengambilkan mainan atau buku kesukaannya. Saya juga berusaha memberikan pengertian tentang beberapa hal yang tidak boleh dia lakukan. Untuk saat ini alhamdulillah trik ini cukup efektif untuk mencegah tantrum pada Yumna. Ke depannya, mungkin saya harus lebih menyiapkan diri untuk menghadapi level tantrum yang lebih tinggi dari anak saya. 

Untuk ibu-ibu yang lain, boleh dong sharing juga pengalamannya saat menghadapi anak tantrum untuk pertama kalinya :)