June 20, 2017

Persiapan MPASI untuk si Kecil

by , in


Bulan Juni ini, Insya Allah anak saya akan berusia 6 bulan. Itu artinya anak saya sudah bisa dikenalkan pada makanan padat atau yang biasa disebut dengan MPASI. Layaknya ibu-ibu baru lainnya, tentunya saya sangat bersemangat menanti datangnya hari anak saya mulai makan. Anak saya sendiri juga sudah mulai menunjukkan ketertarikannya pada makanan. Setiap kali orang tuanya mulai makan, matanya bakal memandangi kami seolah berkata, "Duh aku juga pengen dong makan itu," Heuheuheu.

Nah, berhubung ini adalah tahap baru dalam perkembangannya, tentunya ada hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memberikan MPASI untuk anak saya. Persiapan ini tak melulu dalam bentuk barang namun hal-hal lain yang menurut saya penting. Persiapan tersebut antara lain:

Persiapan Informasi

Hal pertama yang saya lakukan sebelum memberikan MPASI untuk anak saya tentunya adalah mencari informasi seputar pemberian MPASI pada bayi. Informasi ini bisa didapat dari buku, grup facebook, dan komunitas. Saya sendiri hanya tahu kalau bayi sebaiknya diberi makan saat usianya 6 bulan. Nah, setelah mencari informasi kesana kemari, barulah saya tahu ternyata ada beberapa metode pemberian MPASI ini. Mulai dari versi Food Combining, WHO, hingga Baby Led Weaning (BLW). Semua metode ini yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saya sendiri untuk saat ini memilih MPASI versi WHO yang menyarankan agar bayi dikenalkan berbagai jenis makanan sejak awal masa MPASI-nya.

Persiapan Alat Tempur

Hal kedua yang perlu dipersiapkan sebelum memberikan MPASI untuk si kecil tentunya adalah persiapan alat tempur. Kalau yang ini kayaknya rata-rata ibu paling excited ya. Hihi. Dari yang saya baca, secara umum perlengkapan yang paling diperlukan dalam proses MPASI (versi WHO) adalah panci/kukusan dan saringan kawat. Nah, selain dua alat tempur di atas bisa juga ditambahkan alat tempur lain macam slow cooker, alat makan bayi, kursi duduk bayi, slabber, dan berbagai peralatan lain yang dirasa perlu dalam menunjang pemberian MPASI. Tentunya jangan lupa peralatan dapur standar seperti pisau, talenan, dan sodet. Yang paling penting dari peralatan tempur MPASI ini adalah dijaga kebersihannya, aman untuk bayi dan kalau bisa dipisahkan dari peralatan makan lainnya.

Persiapan Manajemen MPASI

Setelah informasi dan peralatan tempur sudah siap, hal lain yang harus saya siapkan adalah manajemen MPASI. Manajemen ini bisa berbentuk rencana menu yang akan diberikan, kapan mau memasak MPASI, hingga ke metode pengolahan MPASI ini. Sebagai ibu yang bekerja tentu saya akan memiliki manajemen yang berbeda dengan ibu rumah tangga. Dari beberapa pengalaman yang saya baca, untuk ibu bekerja bisa menggunakan metode frozen food yakni MPASI yang dibekukan sehingga tak perlu repot mengukus dan menyaring setiap harinya. Namun beberapa teman yang saya tanyai cukup berhasil menyiapkan MPASI setiap hari untuk anaknya meski statusnya adalah ibu bekerja. Nah disinilah saya harus menyiapkan manajemen mana yang akan saya pilih nanti.

Persiapan Lingkungan Sekitar

Informasi sudah, alat tempur dan manajemen juga disusun, maka yang terakhir adalah persiapan lingkungan sekitar. Kenapa kita perlu menyiapkan lingkungan sekitar? Itu karena mungkin lingkungan kita tidak familiar dengan metode yang kita pilih. Contoh paling dekat ya ibu saya. Sewaktu saya mengatakan akan memberi makan bubur olahan pada ibu saya, beliau langsung berkata, "Emangnya yakin anak kamu mau makan? Ntar dilepeh-lepeh lho. Kamu aja baru makan usia satu tahun." Padahal setahu saya  inti dari pemberian bubur olahan itu untuk mengenalkan makanan pada anak. Atau suami saya, yang menyarankan agar anak kami diberi pisang saja dulu. Itu baru versi WHO. Nah kalau ibu memilih BLW mungkin bakal lebih susah lagi sosialisasinya mengingat metode ini masih tergolong baru. Bisa-bisa ada nenek yang panik saat melihat bayi dibiarkan makan sendiri. See, tidak semua orang akan sejalan dengan kita. Karena itulah bagi saya persiapan lingkungan sekitar penting dilakukan sebelum memberikan MPASI pada anak kita.

Itulah dia persiapan-persiapan yang diperlukan untuk MPASI si kecil versi saya. Semoga bermanfaat bagi yang membaca.
June 16, 2017

[Review] Purbasari Daily Series Lipstik dan Pensil Alis

by , in
Beberapa waktu yang lalu saya mampir ke salah satu toko kosmetik di kota saya. Maksud kedatangan saya hari itu adalah untuk mencari beberapa produk Purbasari yang digunakan Suhay Salim dalam salah satu video terbarunya. Sayangnya, produk yang saya inginkan, yakni pensil alisnya tidak ada. Pengen sih beli eye shadow-nya tapi kok warnanya kurang menarik di mata saya? Akhirnya karena bingung, saya pun mengalihkan pandangan pada deretan lipstik yang dipajang di atas counter Purbasari.

"Saya coba lipstiknya, ya, Mbak," kaya saya sambil mengambil salah satu tester lipstik yang terpajang. Ada cukup banyak pilihan warna yang ada di counter ini. Dan ini bukan lipstik matte Purbasari yang terkenal itu lho ya. Lipstik yang saya coba ini merupakan seri daily series yang tampilannya feminin banget.

Warnanya cantik. Pas banget sama yang aku cari, kata saya dalam hati setelah mencoba beberapa warna. Kebetulan beberapa waktu terakhir saya lagi mencari-cari lipstik dengan warna pink nude. Dan rupanya jodoh saya ada pada si Purbasari Daily Series ini. Saya pun segera meminta mbak BA untuk membungkus lipstik yang saya pilih, yakni seri X06.



Setelah beberapa waktu, saya kembali ke toko kosmetik langganan. Kali ini lagi-lagi saya membeli beberapa produk Purbasari. Alhamdulillah, pensil alis yang saya inginkan ada hari itu. Plus saya juga membeli 1 lagi lipstik Purbasari Daily Series dengan warna coklat nude nomor W14. Nah berikut adalah sedikit review atas produk Purbasari yang saya beli kemarin.

Lipstik

Lipstik Purbasari Daily Series yang saya beli adalah seri X06 dan W14. Kalau Keduanya termasuk lipstik warna nude. Lipstik Purbasari Daily Series ini sendiri memiliki tekstur yang lembut dan melembabkan. Hasil akhirnya termasuk sheer namun cukup pigmented. Untuk seri W14 hanya perlu satu kali oles untuk menutupi warna asli bibir saya. Sedangkan seri X06 mungkin perlu 2-3 kali oles. Berhubung lipstik ini bukan seri lipstik matte, maka tentunya ketahannya hanya beberapa jam saja. Tapi ya nggak masalah. Kan bisa di-touch up lagi. Heu


Untuk segi kemasan, lipstik seri daily series ini memiliki kemasan yang sangat feminin dengan warna pink dan putihnya. Saya sebenarnya kurang suka sih dengan kemasannya ini karena kok kayak terkesan murah. Nah, untuk kandungannya sendiri, lipstik Purbasari Daily Series ini mengandung Jojoba Oil untuk menjaga kelembaban dan kelembutan bibir, serta mengandung UV filter dan vitamin E untuk melindungi bibir dari efek buruk sinar matahari. Lipstik Purbasari Daily Series dijual dengan harga sekitar Rp. 25.000,-. Terjangkau banget kan?



Pensil Alis

Untuk pensil alis, saya membeli berwarna coklat tua. Biasanya sih saya memakai warna hitam untuk pensil alis. Namun berhubung katanya warna coklat lebih terlihat natural, maka saya pun mencoba warna tersebut. Saat mencoba di counter, bisa saya simpulkan kalau pensil alis Purbasari ini teksturnya lebih empuk dibandingkan pensil alis Fanbo yang biasa saya pakai. Nah, saat saya membuka bagian tutupnya, saya cukup kaget dengan adanya bau yang cukup menyengat dari pensil alis ini. Entah memang begitu baunya atau produk yang saya pilih yang memiliki bau seperti ini.

Saat menggunakan langsung di alis, bisa dibilang pensil alis cukup nyaman digunakan. Sayangnya saat membaurkan ke bagian alis, pensil alis ini tidak terlalu bisa mengisi dengan penuh alis saya. Atau mungkin sayanya yang makainya pelit yak. Heuheu. Saya sendiri lumayan suka dengan hasil akhir dari pensil alis ini. Mungkin karena ada kandungan wax-nya yang membuat alis saya terlihat on fleek setelah menggunakannya. Untuk ketahanannya sendiri, pensil alis Purbasari ini bisa bertahan sekitar 6-8 jam kalau nggak kena air. Harga dari pensil alis Purbasari ini sendiri tergolong murah yakni sekitar Rp. 25000,-

So, itulah dia review lipstik dan pensil alis ala-ala saya kali ini. Semoga bermanfaat :)
June 14, 2017

Lika-Liku Pencarian Pengasuh untuk Si Kecil

by , in




Satu minggu jelang usia anak saya yang ke 3 bulan, saya harus kembali bekerja. Layaknya ibu bekerja yang lain, mau tak mau saya harus meninggalkan anak saya selama 10 jam dan menitipkan anak saya untuk diurus orang lain. Pertanyaannya adalah, ke mana saya harus menitipkan anak saya?

Sejak awal saya dan suami sudah sepakat tidak akan menitipkan anak kami pada ibu saya meski kami masih tinggal bersama beliau. Alasan utamanya sih karena ibu saya juga memiliki kesibukannya sendiri, jadi ya tidak mungkin bisa full mengurus anak saya saat ditinggal bekerja nanti. Saya sendiri sudah memberitahukan hal ini pada ibu saya dan beliau juga tidak keberatan dengan keinginan kami mempekerjakan pengasuh untuk menjaga anak kami.

"Coba nanti mama hubungi Mama X. Dia kayaknya mau kalau disuruh jagain, Tyas," kata ibu saya sambil menyebutkan sebuah nama. Mama X ini dulunya tetangga dekat rumah yang sering juga bantu-bantu di rumah saat saya masih SMA dulu. Kabar terakhir yang kami ketahui beliau bekerja di sebuah warung makan di pinggiran kota tempat saya tinggal.


Ibu saya pun menghubungi Mama X. Alhamdulillah ternyata Mama X bersedia menjaga anak kami saat saya dan suami bekerja. Negosiasi harga pun dilakukan. Jadi penawaran kami adalah Mama X ini menjaga anak saya setiap hari sekaligus tinggal di rumah kami sambil membantu beberapa pekerjaan rumah.

Setelah Mama X setuju dengan gaji yang kami tawarkan, tentu saya dan suami tenang dong. Sayangnya, hanya satu hari setelah setuju untuk menjaga anak saya, Mama X menelpon dan tiba-tiba membatalkan niatnya. Entah apa alasan beliau membatalkan niatnya tersebut. Yang jelas beliau benar-benar tidak bisa menerima tawaran kami. Padahal kalau dibanding-bandingkan pekerjaan beliau yang sekarang mungkin lebih berat ketimbang yang kami tawarkan

Saya dan suami pun kelabakan. Jatah cuti saya tinggal beberapa hari dan kami tak menemukan pengganti Mama X. Ibu saya menawarkan beberapa nama namun tak ada yang sreg di hati saya. Sebenarnya di gang tempat kami tinggal ada cukup banyak orang yang bisa dititipi untuk menjaga bayi. Sayang para ibu-ibu ini sudah ketitipan juga entah itu cucu atau tetangga jadilah saya dan suami semakin bingung.

Nah dalam kebingungan ini sebuah bantuan sempat muncul. Adik dari ibu saya ternyata bersedia untuk menjagakan anak kami. Sayangnya baru berjalan 2 minggu, tante saya ini mundur karena harus kembali behuma (menanam padi) di kampung tempat dia tinggal. Saya dan suami pun kembali bingung.

"Ya sudah untuk sementara Mama aja yang jagain Tyas dulu," kata ibu saya akhirnya.

Selama hampir 1 bulan anak saya pun dijaga oleh ibu saya. Dan seperti yang sudah diperkirakan, ibu saya agak kerepotan membagi waktu antara pekerjaannya dan mengurus Tyas. "Kayaknya kita memang harus mencari pengasuh nih buat Dede," kata saya akhirnya pada suami.

Saya dan suami pun kembali mengerahkan usaha untuk menemukan pengasuh yang tepat untuk anak kami. Mulanya saya menawarkan agar anak kami dititipkan di tempat penitipan saja. Kebetulan saya sempat menemukan tempat penitipan yang lokasinya tak jauh dari rumah. Sayangnya saat kami menanyakan tarif penitipan di tempat itu, harganya agak terlalu mahal untuk kami berdua. Akhirnya ide untuk menitipkan anak di tempat penitipan pun dicoret dari rencana kami.

Suami kemudian berinisiatif memasang iklan di OLX. Beberapa orang sempat menghubungi dan diminta datang ke rumah untuk wawancara. Sayangnya tak satupun dari yang mengajukan diri itu datang ke rumah. Alasannya macam-macam. Ada yang dilarang suami. Ada yang tidak tahu alamat yang diberitahukan. Dan pada akhirnya kami juga tak mendapatkan pengasuh dengan jalur iklan ini.

Nah, suatu hari kami bertemu dengan salah satu kerabat jauh yang tinggalnya tak jauh dari rumah orang tua saya. Pasangan ini memiliki 2 orang anak perempuan. Saat bertamu ke rumah beliau ini, entah kenapa saya merasa cocok dengan sang istri yang bisa langsung dekat dengan anak saya. Lingkungan tempat tinggalnya juga termasuk bagus dan aman. Dan ternyata suami juga berpendapat yang sama dengan saya.

Karena tak tahu apakah istri beliau bersedia mengasuh Tyas, saya memilih menanyakan apakah mereka memiliki kenalan yang bisa mengasuh anak.  Mulanya sang suami merekomendasikan salah satu tetangganya. Namun ternyata si ibu ini sudah ada yang diasuh juga. Tak lama beliau mengirim pesan yang menyatakan kalau istri beliau bersedia mengasuh anak kami, tepat seperti keinginan kami.

Akhirnya saya dan suami pun menitipkan anak kami di rumah beliau. Setiap harinya suami saya akan mengantarkan anak kami dan sorenya saya yang menjemput. Selain itu setiap jam istrirahat juga saya menyempatkan diri untuk mampir ke rumah beliau untuk menyusui dan bermain bersama anak saya. Alhamdulillah selama 1 bulan dititipkan bisa saya lihat kalau keluarga tersebut menerima dengan sangat baik keberadaan anak saya.

Bicara tentang proses menitipkan anak ini, ada beberapa hal yang akhirnya bisa saya pelajari terkait pemilihan pengasuh untuk anak kita. Beberapa hal tersebut antara lain:

Orang tua harus kenal dan merasa nyaman dengan pengasuh yang dipilih

Seorang ibu jelas tidak bisa percaya pada sembarang  orang untuk memegang anaknya. Karena itu penting bagi orang tua untuk mengenal terlebih dahulu profil orang yang akan mengasuh anak kita. Biasanya pengasuh dipilih dari keluarga dekat atau orang yang sudah dikenal cukup lama. Jika pengasuh yang dipilih bukan dari orang yang kita kenal, maka wawancara bisa menjadi cara untuk bisa mengetahui kepribadian calon pengasuh bayi. Bisa juga diberlakukan masa percobaan terlebih dahulu untuk mengetahui pengasuh ini sesuai atau tidak dengan keinginan kita.

Memilih lingkungan dan keluarga yang baik untuk anak

Selain harus mengenal dalon pengasuh anak, orang tua juga harus memperhatikan lingkungan tempat tinggal di mana anak akan dititipkan. Lingkugan dan keluarga yang baik jelas akan memberikan pengaruh yang baik untuk anak kita. Saya sendiri sempat ditawari beberapa nama orang yang tinggal di dekat rumah untuk mengasuh anak saya. Namun karena merasa lingkungan di rumah orang tersebut kurang bagus, saya memilih menolaknya. Alhamdulillah kemudian saya akhirnya menemukan pengasuh dengan lingkungan dan keluarga yang baik untuk anak saya.

Demikianlah sedikit pengalaman saya dalam mencari pengasuh untuk anak saya. Semoga bisa bermanfaat bagi yang membaca :)
June 12, 2017

Pengalaman Berpuasa Saat Hamil

by , in

Tahun lalu, saat sedang hamil saya memutuskan untuk tetap berpuasa. Saat itu usia kehamilan saya sekitar 3 bulan. Masa di mana biasanya ibu hamil masih dihantui oleh yang namanya morning sickness, tak terkecuali saya. Meski morning sickness yang saya alami tak separah teman-teman yang lain, namun tetap saja menimbulkan rasa tidak nyaman. Apalagi dari yang saya baca, pada usia kehamilan 13-16 minggu merupakan kondisi di mana hormon HCG berada pada level tertinggi.  Itu artinya kemungkinan mual-mual yang saya rasakan akan lebih berat ketimbang minggu-minggu sebelumnya.

Sebelum memutuskan untuk tetap berpuasa di bulan Ramadan, tentunya saya terlebih dahulu melakukan bertanya kepada dokter kandungan tempat saya memeriksakan kehamilan setiap bulannya. Dalam Islam sendiri ibu hamil dan menyusui sebenarnya mendapat keringanan untuk tidak berpuasa dengan catatan membayarnya di hari lain. Lalu bagaimana jawaban dari dokter kandungan saya?  "Asal kamu bisa makan sebanyak saat tidak berpuasa, silakan saja," begitu kata dokter kandungan saya kala itu. Akhirnya dengan memantapkan hati saya pun memutuskan untuk tetap menjalankan ibadah puasa.

Di awal-awal Ramadan, alhamdulillah saya tidak mengalami kesulitan menjalankan puasa meski sedang hamil. Dugaan akan rasa lapar yang berlebihan ternyata tidak saya alami. Seingat saya laparnya sama seperti ketika saya menjalankan puasa saat sedang tidak hamil. Lalu soal mual? Alhamdulillah puasa justru menghindarkan saya dari rasa mual karena di masa awal kehamilan, saya mengalami mual setelah makan. Berhubung saya tidak makan selama berpuasa, jadinya mual tak terlalu terasa di siang hari. Lain halnya dengan muntah. Seperti yang saya tulis di atas, usia kehamilan 13-16 minggu merupakan puncak tertinggi hormon HCG berada di tubuh kita. Jadilah saya sempat muntah beberapa kali setelah makan sahur.

Selain saat bulan Ramadan, saya pun sempat meneruskan puasa saat hamil ini hingga usia kehamilan sekitar 8 bulan. Jadi setelah Ramadan, saya berusaha rutin puasa Senin-Kamis. Alhamdulillah sama seperti di awal kehamilan, berpuasa di trimester akhir juga tak terlalu membenani saya. Malah berpuasa ini lumayan membantu saya berdiet di trimester akhir kehamilan. Saat itu saya sempat diperingatkan perihal ukuran bayi saya yang lumayan besar, jadilah puasa menjadi salah satu cara saya untuk mengurangi porsi makan.

Nah, untuk berpuasa saat hamil tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar puasa tetap lancar dan Insyaa Allah janinnya tetap sehat. Bagi saya sendiri, hal-hal yang perlu diperhatikan tersebut antara lain:

Mantapkan Niat dan Tetap Berpikiran Positif

Bagi saya, niat cukup mempengaruhi kemampuan tubuh kita. Jadi, kalau dari awal sudah berniat untuk tetap berpuasa dan tetap berpikiran positif, insya Allah tubuh kita juga akan dimampukan untuk berpuasa. Nah, kalau misalnya dari awal sudah berpikiran A, B, C, D, maka bisa jadi puasanya jadi tidak kuat.

Pastikan Asupan Tubuh Terpenuhi

Seperti yang dokter kandungan saya katakan, "Asalkan saya bisa makan sebanyak saat tidak puasa, maka silakan puasa." Itu artinya selama berpuasa saya harus tetap menjaga asupan makanan yang masuk ke tubuh saya. Entah itu dengan menambah porsi makan saat sahur dan berbuka, atau menambah frekuensi makan. Jangan lupa juga untuk memperhatikan gizi makanan yang masuk ke tubuh kita. Saya sendiri selain berusaha makan makanan bergizi juga selalu rutin mengkonsumsi vitamin untuk ibu hamil selama kehamilan.

Ajak Bicara Janin dalam Kandungan

Seingat saya, setiap kali akan berpuasa keesokan harinya, malamnya saya dan suami akan berbicara pada janin di kandungan saya. Intinya sih bilang kalau besok ibunya mau puasa, jadi dede yang sabar ya selama mama berpuasa. Yah, seperti yang kita tahu, janin pada usia sekitar 3 bulan sudah mulai bisa mendengar. Jadi tentu tidak ada salahnya ibu hamil sebelum berpuasa mengobrol dulu dengan dede bayi dalam kandungan.

Jangan Paksakan Diri

Nah, kalau kita sudah berniat puasa namun ternyata lemas atau kelaparan maka jangan dipaksakan. Tahun lalu, karena merasa jamnya sudah nanggung saya memaksakan diri tetap berpuasa di beberapa hari terakhir Ramadan padahal badan sudah sangat lemas. Memang sih puasanya sampai tapi akibatnya saya merasakan kelaparan yang luar biasa setelah berbuka. Makan rasanya nggak kenyang-kenyang. Dalam hati saya akhirnya berkata, "Mungkin dede bayi protes karena mamanya maksain diri." Heu.

Perihal akan tetap berpuasa atau tidak bagi ibu hamil/menyusui tentunya merupakan hak para ibu untuk memutuskannya. Saya sendiri memilih tetap berpuasa saat hamil karena yakin kondisi tubuh dan janin saya cukup kuat. Alhamdulillah di kehamilan yang pertama kemarin saya hanya libur puasa selama 2 hari. Selain itu saya juga memilih tetap berpuasa karena tidak ingin kebanyakan hutang puasa. Hehe. Nah, itulah dia sedikit pengalaman saya berpuasa saat sedang hamil. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua.
June 08, 2017

5 Penyanyi Playback Pria Bollywood yang Wajib Diketahui

by , in
Bagi yang gemar menonton film Bollywood, sudah pasti tahu kalau film Bollywood takkan lengkap tanpa lagu dan tari-tarian. Adegannya pun tak tanggung-tanggung. Ada yang tokoh utamanya bernyanyi dan menari di tengah hujan, trus kadang dengan ajaibnya bisa pindah lokasi dari gunung ke laut. Para aktor Bollywood ini juga tahan banget dengan udara dingin. Adegan menyanyi di salju tapi pakaiannya serba tipis. Luar biasalah para pemain film India ini. Heuheuheu.

Dulunya saya mengira lagu-lagu yang kita dengar dalam film Bollywood ini dinyanyikan sendiri oleh pemainnya. Tambah keren dong ya. Sudah jago akting, suara cakep pula. Namun setelah bertahun-tahun mengikuti film Bollywood akhirnya saya pun mengetahui ada orang lain lain di balik adegan nyanyian Shahrukh Khan dan Kajol di Kuch-kuch Hota Hai dan tentunya film-film Bollywood lainnya. Saya sendiri mengetahuinya setelah membeli kaset soundtrack Kuch-kuch Hota Hai saat masih SMA dulu. Dari situlah saya tahu para penyanyi latar ini. Mereka ini kalau di kredit film disebut sebagai "Playback Singer."

Playback Singer ini sendiri suaranya kadang cocok-cocokan loh. Misalnya playback singer A cocoknya untuk aktor B, dan begitu pula sebaliknya. Namun biasanya sih satu playback singer ini bisa mewakili beberapa aktor/aktris sekaligus. Makanya dulu saya suka bingung kok ini artis pas ngomong sama nyanyi suaranya sama dengan artis yang di film itu. Ternyata playback singer-nya sama. Hehe.

Nah, untuk kali ini saya akan membahas 5 penyanyi playback singer pria yang suaranya kerap kita dengar di film-film Bollywood.
Udit Narayan



Udit Narayan merupakan salah satu penyanyi playback pria yang mungkin suaranya paling sering kita dengar di film-film Bollywood. Penyanyi yang berasal dari Nepal ini kerap menjadi playback Singer untuk Shahrukh Khan, Aamir Khan, dan aktor-aktor lain di tahun 90-2000an. Suaranya yang enak didengar dan kayak nggak pakai usaha mungkin menjadi alasan mengapa Udit Narayan bisa mendominasi dunia playback singer di tahun 80 hingga 2000-an. Bagi yang ingin mendengar suaranya, bisa tuh dicek di lagu Kuch-kuch Hota Hai.




Kumar Sanu



Kumar Sanu juga merupakan playback singer yang terkenal di tahun 80-90an. Kalau didengar sepintas suaranya agak mirip dengan Udit Narayan namun sedikit lebih ngebass. Kumar Sanu juga termasuk penyanyi yang kerap menjadi playback singer untuk Shahrukh Khan, misalnya seperti di lagu Ladki Badi Anjani Hai ini:



 Sonu Nigam



Nah, jika Udit Narayan dan Kumar Sanu dikenal memiliki suara renyah yang enak didengar, maka Sonu Nigam memiliki suara lembut dan bening, cocok untuk lagu romance. Sonu Nigam sendiri mulai saya ketahui namanya dari film Kal Ho Naa Ho yang dibintangi Shahrukh Khan.




Vishal Dadlani



Vishal Dadlani sebenarnya lebih dikenal sebagai komposer musik yang berduet dengan Shekar Ravjiani. Sebelum memulai karir sebagai komposer, Vishal sudah terlebih dahulu menjadi seorang penyanyi rock. Dengan jenis suaranya yang nge-rock ini, suara Vishal kerap digunakan untuk lagu-lagu nge-beat. Salah satu contohnya adalah lagu Dhoom Again untuk film Dhoom 2 yang dibintangi Hritik Roshan.



 Arijit Singh



Arijit Singh menjadi fenomena setelah sukses menyanyikan ost. Aashiqui 2 di tahun 2013 yang berjudul Tum Hi Ho. Setelahnya, hampir semua film romance Bollywood setelah Aashiqui memakai suara Arijit Singh dalam lagunya. Memang sih ya suaranya yang menyayat itu pas banget untuk lagu romantis. Tapi Arijit Singh tak hanya jago menyanyikan lagu mellow loh. Beberapa lagu nge-beat juga berhasil dibawakannya dengan baik. Nah bagi yang penasaran dengan Arijit Singh, inilah dia lagu yang membawanya ke puncak popularitas.



Itulah dia beberapa playback singer pria Bollywood yang suaranya kerap kita dengar di film-film Bollywood. Semoga bermanfaat yaa.
June 07, 2017

5 Menu Asam Manis untuk Sahur

by , in


"Bangun-bangun! Sudah waktunya sahur," begitu biasanya para ibu membangunkan anggota keluarganya saat jam sahur di bulan Ramadan.

Tak lama, satu persatu anggota keluarga pun beranjak dari tempat tidurnya. Di meja makan tampak sudah siap beberapa menu untuk disantap subuh itu. Sayangnya begitu para anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan menu yang disajikan tersebut hanya sedikit yang disentuh.

"Kok sahurnya dikit? Ntar lemes loh," kata si ibu saat melihat anaknya makan hanya beberapa sendok makan.

"Nggak selera, Bu," begitu jawab si anak sambil mengelap tangannya yang baru saja dicuci.

Mendengar jawaban si anak, ibupun hanya bisa menghela nafas.

***

Fragmen di atas mungkin sering terjadi di sekitar kita. Memang salah satu permasalahan yang kerap timbul saat sahur adalah kurang berseleranya kita untuk makan. Ya, wajar aja sih. Bangun subuh mata masih kriyep-kriyep eh langsung disuruh makan. Belum lagi kadang menu yang disajikan sangat tidak menggugah selera. Makin hilanglah selera makan kita saat melihatnya. Karena itulah kadang seorang ibu yang biasanya bertanggung jawab akan menu sahur harus pintar-pintar mengatur menu sahur untuk keluarga.

Kalau saya pribadi sebenarnya tidak terlalu bermasalah dengan menu apapun, mengingat saya selalu lahap makan saat sahur (asal ada ikannya). Meski begitu ada salah satu menu olahan yang sangat saya sukai jika disajikan saat jam sahur. Menu tersebut adalah menu asam manis. Duh, kalau ibu saya sudah menyiapkan menu ini untuk sahur bisa dipastikan saya nambah berkali-kali. Mungkin karena perpaduan rasa asam dan manis itu ya yang membuat lidah bergoyang.

Untuk resep olahan asam manis ini sendiri biasanya sangat simpel. Cuma perlu bawang merah/bawang bombai, bawang putih, cabe, tomat dan sedikit air asam jawa/jeruk nipis untuk menambahkan rasa asam di masakannya. Masaknya pun nggak pakai lama dan kadang bisa dimakan berkali-kali. Nah, berikut adalah beberapa olahan asam manis yang bisa jadi pilihan untuk sahur:

Ikan Telang Asam Manis

Iwak telang atau yang biasa disebut tenggiri merupakan salah satu menu sahur yang selalu saya tunggu. Tenggiri yang digunakan tentu saja yang sudah dikeringkan dong ya. Biasanya ibu saya menambahkan sedikit gula merah untuk olahan telang asam manis ini. Selain enak dan menggugah selera, ikan telang asam manis ini juga bisa dinikmati sampai berhari-hari loh asal terus dipanaskan. Tapi ya kadang ikan telang asam manis udah habis dicemil duluan. Heu.

Ikan Pindang Asam Manis

Selain ikan telang, ikan pindang juga merupakan salah satu menu asam manis kesukaan saya. Cara pengolahannya juga tak jauh berbeda dengan ikan telang asam manis. Nah, biar asinnya nggak kebangetan biasanya si pindang ini direndam terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa garamnya.

Mandai

Bagi orang Banjar, mandai jelas bukan makanan asing lagi. Penganan yang terbuat dari kulit cempedak ini termasuk selalu ditunggu kehadirannya. Maklumlah, ya, dia hadirnya musiman. Untuk mengolah mandai ini, ada yang mengawetkannya dengan direndam di air garam, ada juga yang memasaknya langsung setelah kulitnya dibersihkan. Selain diolah menjadi menu asam manis, mandai juga bisa digoreng langsung seperti menggoreng ikan atau bisa juga dibikin masak pedas.

Perut Ikan Gabus/Haruan

Saya baru mengenal olahan perut ikan gabus/haruan ini beberapa tahun yang lalu. Saat itu ada acara halal bihalal di rumah salah satu rekan kerja, dan salah satu menunya adalah perut ikan gabus/haruan ini. Waah, asli deh saya langsung suka sama olahannya yang lagi-lagi dibikin asam manis. Hihi. Saya sendiri pernah mencoba mengolah sendiri perut ikan gabus/haruan ini. Namun mungkin karena kurang pintar mengolahnya jadi bau amisnya masih terasa. Perut ikan gabus/haruan ini bisa didapat dari para penyiang ikan haruan yang ada di pasar. Biasanya saat menyiang ikan gabus/haruan, para penyiang ikan ini akan mengumpulkan bagian perutnya untuk ditawarkan kembali kepada mereka yang berminat.

Udang Asam Manis

Udang merupakan salah satu makanan favorit saya sepanjang masa. Mau itu udang sungai atau udang laut saya tetap suka. Di rumah saya sendiri, udang paling sering dimasak asam manis dan termasuk menu yang sering menjadi rebutan antara saya dan adik. Apalagi kalau jenis udang yang dimasak itu udang sungai yang ukurannya agak besar. Duh, pasti ibu saya wanti-wanti agar makannya jangan banyak-banyak. Heuheu.

Nah, kalau hal yang paling bikin malas dari si udang ini adalah proses menyiangnya, apalagi kalau yang dibeli itu jenis udang sungai yang kecil-kecil. Asli deh bikin jari-jari mengembang saat menyianginya. Lucunya saya paling anti membeli udan yang sudah dikupas duluan. Selain karena harganya yang sedikit lebih mahal, saya juga selalu beranggapan kalau udang tersebut sudah tidak segar lagi. Karena itulah kalau berbelanja udang saya selalu memilih yang ukurannya agak besar atau udang laut.

Itulah dia 5 menu asam manis pilihan saya untuk sahur. Kalau kamu, sukanya menu apa?

June 05, 2017

Orang-orang yang Bisa Mengetahui Rahasiamu

by , in


Jelang hari pernikahan, saya menyambangi sebuah salon perawatan di kota saya. Maksud kedatangan saya kala itu apalagi kalau bukan untuk melakukan rangkaian perawatan pra nikah mulai dari lulur, timung dan perawatan lainnya. Aslinya sih saya bukan orang yang rajin ke salon untuk perawatan tubuh. Bahkan setelah berhijab belasan tahun yang lalu, frekuensi saya ke salon dalam setahun bisa dihitung dengan jari. Intinya sih saya kalau ke salon cuma buat potong rambut. Heuheu.

Saat berada di salon tersebut, sebuah pemikiran muncul di kepala saya. "Wah, para pegawai salon ini termasuk pekerjaan yang bisa mengetahui rahasia orang lain," kata saya dalam hati. Maksud dari rahasia di sini adalah rahasia yang ada di tubuh pelanggannya. Entah itu tahi lalat, tanda lahir, tato maupun rahasia lain yang kadang tak sembarang orang mengetahuinya.

Dalam keseharian kita, kadang baik secara sadar atau tidak kita membagikan rahasia yang ada pada diri kita. Entah itu pada sahabat, saudara dan orang-orang yang kita percayai. Namun ternyata ada juga orang-orang selain sahabat dan keluarga yang mengetahui rahasia yang ada pada diri kita. Entah itu rahasia dalam bentuk fisik maupun dalam bentuk perkataan. Pada orang-orang ini, kita dengan suka rela berbagi rahasia kita. Berikut adalah profesi-profesi yang membuat kita harus membuka rahasia kita tersebut:


Tukang Pijat/Urut

Tukang pijat/urut mungkin menjadi salah satu orang pertama di luar keluarga yang mengetahui bagian-bagian tubuh kita. Saya sendiri sudah terbiasa diurut sejak masih kecil. Biasanya kalau jatuh atau keseleo, ibu akan segera mengajak saya ke tukang urut agar hilang sakit akibat keselo-nya. Saat sudah dewasa tukang urut dipanggil saat tubuh sudah terasa sangat capek karena bekerja. Kadang tukang urut/pijat ini juga bisa merangkap jadi tukang lulur kalau kita malas ke salon. Kalau dari pengalaman sih, malah lebih enak dilulur sama tukang pijat kayaknya mengingat mereka tahu titik-titik di tubuh kita yang tentunya semakin membuat kita merasa rileks.

Pegawai Salon

Dalam film Legally Blonde, Elle Wood, sang tokoh utama digambarkan kerap curhat dengan para pegawai salon tempatnya merawat diri. Pun begitu pula sebaliknya, si pegawai salon bercerita tentang kehidupan pribadinya pada Elle. Interaksi yang terjalin dalam proses mengecat kuku rupanya menghadirkan kedekatan antara keduanya. Wajar sih, ya. Dalam proses perawatan tubuh seperti itu kadang memakan waktu yang lama. Bagi mereka yang gemar bicara masa menunggu proses perawatan rambut dan kuku ini tentu akan diisi dengan obrolan ngalor ngidul.  Tak hanya menjadi teman curhat, pegawai salon juga berpotensi mengetahui rahasia tubuh kita. Contoh paling gampang ya saat luluran seperti halnya tukang pijat yang saya tulis di atas atau perawatan tubuh lain yang mewajibkan kita melepas pakaian.

Tenaga Medis

Tenaga medis jelas menjadi profesi lain yang memungkinkan seseorang untuk mengetahui rahasia orang lain. Entah itu dokter, perawat, bidan, hingga ahli forensik, semuanya menyimpan rahasia kita dalam bentuk yang berbeda-beda. Dokter dan perawat, misalnya. Mereka mengetahui penyakit yang ada di tubuh kita melalui rekam medis yang tersimpan di rumah sakit tempat kita berobat. Adapun ahli forensik mengetahui rahasia tubuh seseorang melalui uji forensik yang dilakukannya pada orang yang sudah meninggal.

Psikolog/Psikiater

Profesi terakhir yang memungkinkan untuk mengetahui rahasia orang lain adalah psikolog/psikiater. Biasanya mereka yang berprofesi ini akan disambangi saat seseorang merasa ada yang tidak beres dengan kejiwaannya. Entah itu depresi, stress, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kejiwaan kita. Biasanya dalam proses tatap muka dengan psikolog/psikiater ini kita akan memaparkan beberapa rahasia kita yang mungkin berhubungan dengan gangguan kejiwaan yang kita alami. Prosesnya bisa melalui hipnosis atau juga pendekatan halus saat berbicara. Dari hasil pertemuan yang dilakukan ini, psikolog/psikiater akan memberikan saran-saran yang bisa membantu kita menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.

Oh, ya tentang dunia psikolog ini, saya jadi teringat dengan film Bollywood berjudul Dear Zindagi. Film ini bercerita tentang seorang wanita muda yang mengunjungi psikolog karena merasa ada yang salah dengan dirinya. Sang Psikolog (yang diperankan oleh Shahrukh Khan) kemudian berusaha menggali kenangan-kenangan masa kecil si wanita hingga akhirnya wanita ini mengetahui akar permasalahan yang ada dalam dirinya. Film yang menarik untuk ditonton kalau kata saya.

So, itulah dia beberapa profesi yang membuat seseorang mengetahui rahasia kita. Kalau kata saya sih profesi-profesi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Kelebihannya tentu saja bisa mengetahui rahasia orang. Kekurangannya, sebagai seseorang yang menjalankan profesi tersebut diharapkan bisa amanah dalam menjaga rahasia kliennya. Ini bisa jadi menimbulkan tekanan tersendiri bagi orang tersebut.
June 02, 2017

4 Cara Berhemat di Bulan Ramadhan

by , in


Tahun ini merupakan kali ke-3 saya menjalani Ramadhan dengan status sebagai seorang istri, plus tahun pertama sebagai seorang ibu. Tentunya jika dibandingkan dengan Ramadhan saat masih sendiri ada beberapa hal yang berubah dalam keseharian saya. Yang paling nyata adalah dalam pengaturan keuangan plus dapur. Meski masih tinggal bersama ibu saya, namun tetap dong saya bertanggung jawab atas kelangsungan perut suami. Apalagi suami bukan orang Banjar yang otomatis lidahnya berbeda dengan saya yang Banjar tulen.

Salah satu hal yang paling berasa saat Ramadhan adalah soal pengaturan keuangan selama bulan Ramadhan. Meski siang hari kita tidak makan minum, siapa yang menjamin kalau pengeluaran bakal bisa lebih irit ketimbang di luar bulan Ramadhan. Malah bisa-bisa sebaliknya. Pengeluaran di bulan Ramadhan membengkak. Mending keluarnya buat sedekah, lah ini kebanyakan buat hal-hal yang berhubungan dengan urusan perut. Heu.

Nah, sebagai seorang pengatur keuangan di rumah, mau tak mau saya harus pintar-pintar menyiasati pengeluaran selama bulan Ramadhan. Beberapa hal yang biasanya saya lakukan antara lain:

Tidak sering mengunjungi pasar Ramadhan

Sungguh pasar Ramadhan itu adalah racun kalau saya bilang. Setiap kali saya ke pasar Ramadhan, pasti belanjanya di luar perencanaan. Aneka ragam penganan yang dijual di pasar Ramadhan ini sungguh menggoda selera. Alhasil saya yang rencananya cuma mau beli kue, pulang-pulang bisa membawa kolak, nasi samin, gelas, jilbab, dan aneka barang lainnya yang sukses menggoda iman saya. Karena itulah selama beberapa tahun terakhir saya hanya mengunjungi pasar Ramadhan ini sekali saja selama Ramadhan. Biar nggak penasaran aja sih intinya.

Membuat sendiri menu berbuka

Dengan status saya seorang ibu bekerja, jujur saya agak kesulitan dalam menyiapkan menu berbuka untuk keluarga. Jam pulang memang lebih cepat sih. Tapi tetap saja rasa-rasanya kejar-kejaran saat menyiapkan menu berbuka ini. Tapi ini tentu tidak bisa dijadikan alasan untuk terus-terusan membeli lauk jadi dong ya. Untuk menyiasatinya, saya memilih menyiapkan menu berbuka yang praktis seperti sayur santan, ikan goreng dan aneka tumisan. Kalau ada yang perlu dibeli seperti kue khas Ramadhan, belinya beberapa hari sekali saja. Sisanya bikin sendiri macam bakwan atau perkedel. Trus, yang paling penting, untuk minuman berbuka wajib bikin sendiri. Bayangkan kalau harga satu bungkus es buah itu 5000 rupiah, trus saya harus beli 4 porsi lumayan banget kan, ya. Padahal kalau bikin sendiri dengan modal yang sama bisa bikin es campur buat beberapa hari.

Tidak terlalu sering mengikuti bukber

Selama beberapa tahun terakhir, bukber kayaknya sudah menjadi tradisi selama bulan Ramadhan. Entah itu bukber alumni, bukber teman sekantor dan aneka undangan bukber lainnya. Pokoknya, makin banyak komunitas yang kita ikuti, InsyaAllah akan makin banyak undangan yang kita dapat. Saya dulunya termasuk yang cukup bersemangat mengikuti bukber. Namun makin ke sini saya kok merasa acara bukber makin menguras dompet yak? He. Kalau dulu bukber bisa diadakan di rumah salah satu penyelenggara, maka sekarang sedang ngetrend bukber di hotel yang menyediakan menu all you can eat. Enak sih mungkin menunya. Tapi bayarnya tetap lumayan. Apalagi kadang bukber ini juga bisa membuat kita kehilangan waktu shalat, terutama jika diadakan di tempat yang memang kurang memfasilitasi untuk salat. Saya mah bye aja deh kalau tempatnya begini.

Membeli Pakaian Hari Raya sebelum Ramadhan Tiba

Hingga kini, membeli baju baru untuk Lebaran kayak masih jadi kebiasaan ya, termasuk untuk saya pribadi. Nah, berkaca dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, saya memilih untuk hunting baju lebaran sebelum Ramadhan tiba. Selain karena berbelanja di bulan Ramadhan itu capek, harga yang dipasang penjual sudah mahal banget. Yang biasanya mungkin cuma seratus ribu, pas dekat Lebaran bisa jadi dua ratus ribu. Alternatif lain dalam membeli pakaian Lebaran adalah dengan membeli online. Sekarang sudah banyak sekali e-comerce yang menyediakan aneka gamis untuk lebaran. Tapi harus diingat juga di bulan Ramadhan bisa jadi terjadi peningkatan transaksi yang mungkin berakibat pada keterlambatan proses pengiriman. Dan tetap harus diingat kalau mau belanja pakaian dengan online jangan dekat-dekat hari raya soalnya biasanya sudah tutup pemesanan mereka. Wajar dong ya. Olshop dan perlu mudik dan berlebaran juga. Heuheu.

Demikian sedikit langkah yang saya gunakan untuk bisa berhemat selama Ramadhan ini. Semoga bisa bermanfaat buat yang baca, ya. Atau kalau ada yang mau ditambahkan monggo banget :)